You are currently viewing Thinking Habits: Sehat Bebas Nyeri Dimulai dari Qalbu atau Pikiran yang Baik, Biidznillah!

Thinking Habits: Sehat Bebas Nyeri Dimulai dari Qalbu atau Pikiran yang Baik, Biidznillah!

0Shares

Qalbu adalah Raja

Rasulullah ﷺ bersabda:
“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah Qalbu (jantung).” (HR. Bukhari no. 52)

Hadits ini menegaskan bahwa Qalbu memiliki peran penting dalam kesehatan tubuh. Jika qalbu baik, seluruh tubuh akan baik. Namun, jika qalbu rusak, tubuh pun akan ikut terpengaruh dan yang dimaksud dengan Qalbu atau Hati ini ialah yang kita kenal dengan organ Jantung. Ini menunjukkan bahwa menjaga qalbu adalah bagian dari ikhtiar agar tetap sehat, meskipun kesembuhan tetap mutlak dalam kehendak Allah Ta’ala.

Apa yang dimaksud dengan Baiknya Qalbu?

Baiknya qalbu bukan hanya sekadar sehat secara fisik, tetapi lebih kepada kesehatannya secara spiritual dan emosional. Menurut Syaikh Shalih al-Fauzan, qalbu yang baik adalah qalbu yang:
✔️ Dipenuhi dengan rasa takut kepada Allah
✔️ Selalu khawatir terhadap murka-Nya
✔️ Bertakwa dan mencintai-Nya

Imam Ibnul Qayyim juga menyebutkan bahwa hati manusia ibarat bejana—jika hati dipenuhi dengan kebaikan, maka segala perbuatan pun akan mencerminkan kebaikan.

Dalam QULBI Habits ada 4 elemen Input Habits yaitu Thinking, Connecting, Eating dan Leeching. Baiknya Qalbu adalah bagian dari kebiasaan “Thinking & Connecting”, yaitu beribadah dengan ikhlas kepada Allah Ta’alla, menjaga pikiran tetap positif, berprasangka baik, dan mengelola emosi dengan baik sebagai upaya yang secara tidak langsung membawa pada kesehatan (health) dan kesejahteraan (wellness).

Qalbu sebagai Pusat Berpikir, Bukan Otak

Menurut Imam An-Nawawi, pusat berpikir manusia bukanlah Otak, melainkan Qalbu (Jantung). Ini ternyata sejalan dengan penelitian modern dari Dr. J. Andrew Armour (1991) yang menemukan bahwa jantung memiliki “Otak Kecil” (Little Brain) yang terdiri dari sekitar 40.000 neuron. Bahkan, jantung mengirimkan lebih banyak sinyal ke otak dibandingkan sebaliknya, yang membuktikan bahwa qalbu berperan langsung dalam mengendalikan tubuh.

Penemuan ini semakin menguatkan bahwa menjaga qalbu tetap dalam keadaan baik (positif, tenang, dan penuh iman) akan berdampak pada seluruh sistem tubuh, termasuk kesehatan fisik dan mental.

Sakit sebagai Tiket Surga: Bersabarlah dan Bergembiralah!

Banyak orang yang sakit merasa putus asa dan sedih. Padahal, jika disikapi dengan benar, sakit bisa menjadi tiket menuju surga. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Bergembiralah wahai Ummul ‘Ala, sesungguhnya sakit seorang muslim dijadikan oleh Allah sebagai penghapus kesalahannya, sebagaimana api menghilangkan karat emas dan perak.” (HR. Abu Dawud no. 3092)

Hadits ini menunjukkan bahwa sakit bukan hanya ujian, tetapi juga bentuk kasih sayang Allah dalam menghapus dosa dan meningkatkan derajat seseorang agar memperoleh Jannah-Nya, Aamiin

Koherensi Emosi dan Kesembuhan

Penelitian tentang Coherence (Dr. Rollin McCraty, 2014) menunjukkan bahwa emosi positif dapat meningkatkan keteraturan variabilitas denyut jantung (Heart Rate Variability – HRV). Ketika seseorang merasa bahagia dan penuh rasa syukur, HRV menjadi lebih stabil, yang menandakan keseimbangan sistem saraf dan mempercepat pemulihan tubuh.

Sebaliknya, jika seseorang stres atau cemas (In-Coherence), HRV menjadi tidak stabil, yang memperlambat proses penyembuhan. Ini membuktikan bahwa sabar dan bergembira saat sakit bukan hanya bermanfaat secara spiritual, tetapi juga membantu kesembuhan secara ilmiah.

Thinking & Connecting dalam QULBI Habits: Baiknya Qalbu sebagai Ibadah yang Melahirkan Sehat dan Sejahtera

Dalam QULBI Habits (Input Habits, System Habits & Output Habits), salah satu kebiasaan sehat yang ditekankan pada Input Habits adalah Thinking & Connecting, yaitu menjaga pola pikir dan kondisi Qalbu agar tetap dalam keadaan baik & beribadah kepada Allah Ta’ala. Thinking & Connecting yang baik meliputi:

  • Menuntut ilmu agama, karena hati adalah bejana dan yang terbaik adalah yang paling banyak memuat Ilmu: Al Quran dan Sunnah (Hilyah al-Aulia)
  • Senantiasa membaca, mentadabburi & mengamalkan Al Quran dalam keseharian karena baiknya MInd, Body dan Spirit bersumber dari Al Quran.
  • Berprasangka baik (husnudzon) kepada Allah dan sesama
  • Melepaskan emosi negatif seperti marah, benci, dan dendam
  • Mengamalkan ilmu melalui Amal Shalih termasuk dzikir yang menciptakan ketenangan hati
  • Fokus pada solusi, bukan masalah

Kebiasaan Thinking & Connecting ini didasari pada keikhlasan semata-mata untuk keridhoan Allah Ta’ala yang secara tidak langsung membawa kita menuju health (kesehatan) dan wellness (kesejahteraan). Dengan qalbu yang baik, seseorang akan lebih sehat secara fisik, lebih stabil secara emosional, dan lebih kuat secara spiritual.

Qalbu di Bawah Penguasaan Allah

Sebagai manusia, kita tidak bisa mengendalikan Qalbu  sepenuhnya, karena Qalbu (Pikiran/Mind) berada di bawah kehendak Allah. Oleh sebab itu, Rasulullah ﷺ sering membaca doa meminta ketetapan Qalbu :

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu menuturkan:

“Dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memperbanyak berdoa :

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

“Wahai Sang Pembolak-balik hati, teguhkan hatiku di atas agama-Mu”.

Lalu akupun berkata:

“Wahai Rasulullah, kami beriman kepadamu, dan beriman kepada ajaran Islam yang engkau bawa, maka apakah engkau mengkhawatirkan kami?”.

Beliau menjawab :

نَعَمْ، إِنَّ الْقُلُوبَ بَيْنَ أُصْبُعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ اللَّهِ، يُقَلِّبُهَا كَيْفَ يَشَاءُ

“Ya! Sesungguhnya hati (para hamba) itu berada diantara dua jari dari jari-jemari Allah, Dia membolak-balikkannya sesuai dengan yang Dia kehendaki!”. [HR. At-Tirmidzi, Ahmad, dan selainnya, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih At-Tirmidzi 2140].

Doa ini menunjukkan bahwa Qalbu sangat mudah berbolak-balik, sehingga kita harus selalu meminta kepada Allah agar diberikan hati yang teguh dalam keimanan, ketenangan, dan kesehatan.

Kesimpulan: Sehat Dimulai dari Qalbu, Kesembuhan dari Allah

Untuk mencapai kesehatan yang optimal bebas nyeri, seseorang harus fokus pada qalbu atau pikirannya—bukan hanya menjaga fisik, tetapi juga mental dan spiritualnya. Dalam QULBI Habits, Thinking & Connecting adalah kebiasaan utama (Input Habits) yang harus dibangun agar qalbu tetap dalam keadaan baik.

Namun, kita juga harus ingat bahwa Qalbu atau pikiran tidak bisa kita atur sendiri, melainkan berada dalam penguasaan Allah. Oleh sebab itu, perbanyaklah doa agar Allah meneguhkan qalbu kita dalam kebaikan. Jika qalbu baik, maka tubuh pun akan merasakan dampaknya. Dan jika suatu saat sakit datang, bersabarlah dan bergembiralah, karena bisa jadi itulah jalan Allah mengangkat derajat kita menuju surga-Nya, Aamiin.

Qalbu yang baik inilah sebagai bagian dari Solusi Holistik yang merupakan Value atau DNA dari Griya Sehat QULBI, Yuk bersama QULBI berupaya memiliki QALBU yang Baik, Biidznillah !

Referensi :

  • Tuasikal, M.A. (2012). Jika Hati Baik – www.rumaysho.com
  • Dr. J. Andrew Armour (1991) – Teori Little Brain on the Heart.
  • HeartMath Institute – HRV dan Coherence untuk pemulihan tubuh.
  • Syaifullah, E. (2025). QULBI Method: Solusi Nyeri Holistik.
  • Griya Sehat QULBI www.qulbi.com
0Shares

Griya Sehat QULBI

Spesialis Terapi Nyeri Bekasi

Tinggalkan Balasan