Seorang anak laki-laki usia 8 tahun pada gambar terlihat sehat dengan berat badan normal dan BMI yang tampak ideal. Tapi setelah diperiksa lebih lanjut, ternyata 23% dari tubuhnya adalah lemak. Dari luar, ia mungkin tampak biasa saja, tapi di dalam tubuhnya, organ-organ sudah mulai tertekan oleh timbunan lemak.
Kalau anak-anak saja bisa seperti ini, bagaimana dengan orang dewasa yang lebih lama hidup dengan lemak berlebih?
Seberapa Normal 23% Body Fat untuk Anak?
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan American Council on Exercise (ACE), persentase lemak tubuh yang sehat untuk anak laki-laki usia 5-9 tahun berkisar antara 10-20%. Jika lebih dari 22%, sudah masuk kategori overfat atau borderline obesitas.
Jadi, anak laki-laki dalam kasus ini sudah memiliki lemak tubuh di atas normal, yang artinya tubuhnya menyimpan lebih banyak lemak dibandingkan anak-anak lain yang sehat.
Bagaimana dengan Orang Dewasa?
Kalau anak usia 8 tahun dengan 23% body fat saja sudah bisa mengalami efek seperti ini, bayangkan orang dewasa dengan 30-40% body fat yang sudah hidup dengan kondisi ini selama puluhan tahun!
Lemak Berlebih: Dari Mana Asalnya?
Ketika mendengar kata “lemak”, banyak orang langsung berpikir bahwa sumbernya adalah daging dan makanan berlemak. Padahal, lemak berlebih dalam tubuh justru lebih banyak berasal dari konsumsi gula dan karbohidrat berlebih.
Apa saja sumber utamanya? Minuman Kekinian – Bubble tea, kopi susu gula krim, soda, hingga jus buah dalam kemasan yang sarat gula.
HFCS (High Fructose Corn Syrup) – Pemanis buatan yang banyak digunakan dalam soft drink, saus, roti, dan camilan.
Makanan Ultra-Proses – Sereal instan, biskuit, keripik, mi instan, nuget, sosis dan makanan cepat saji yang penuh dengan tepung dan gula tersembunyi.
Ketika dikonsumsi berlebihan, gula dan karbohidrat sederhana akan diubah menjadi lemak dalam tubuh. Inilah yang menyebabkan lemak visceral menumpuk di organ dalam, bukan karena konsumsi daging atau lemak alami seperti lemak dari ikan, alpukat, atau minyak zaitun.
Lemak Tersembunyi dan Efeknya bagi Tubuh
Lemak tubuh yang berlebihan—terutama lemak visceral yang tersembunyi di sekitar organ dalam—bisa berdampak serius, faktor risiko nyeri dan penyakit kronis. Mari kita lihat bagaimana lemak ini bisa merusak kesehatan dari ujung kepala hingga kaki:
1. Otak: Gangguan Hormonal dan Stres Berlebih
Lemak dalam tubuh berlebihan memicu produksi hormon stres seperti kortisol. Ini bisa membuat seseorang lebih mudah cemas, kurang termotivasi untuk bersosialisasi, dan malas berolahraga. Anak yang seharusnya aktif malah lebih suka diam dan enggan bergerak.
2. Jantung: Risiko Serangan Jantung Dini
Lemak mempersempit pembuluh darah, membuat jantung bekerja lebih keras. Ini meningkatkan risiko serangan jantung dan penyakit kardiovaskular, bahkan pada usia muda! Jangan anggap ini hanya masalah orang tua—penyakit jantung bisa dimulai sejak kecil jika pola hidup tidak dijaga.
3. Ginjal: Tekanan Darah Naik, Risiko Kerusakan Organ
Lemak yang menyelimuti organ dapat menekan ginjal, membuat mereka sulit berfungsi dengan baik. Akibatnya, tekanan darah naik, yang lama-kelamaan bisa berujung pada hipertensi dan gagal ginjal.
4. Pankreas: Potensi Diabetes Sejak Dini
Peningkatan lemak tubuh mengganggu kerja pankreas dalam mengatur insulin.
5. Hati: Perlemakan Hati Non-Alkohol
Lemak dalam tubuh berlebih bisa mengendap di hati, menyebabkan fatty liver disease.
6. Darah: Lemak dalam Pembuluh, Risiko Stroke
Lemak dari hati bisa masuk ke aliran darah dalam bentuk trigliserida, meningkatkan risiko stroke. Serangan stroke bukan hanya terjadi pada orang tua, tapi juga bisa terjadi pada usia muda jika pola makan dan gaya hidup buruk.
7. Usus: Risiko Kanker Pencernaan
Lemak visceral meningkatkan risiko kanker usus besar (kolorektal). Pola makan tinggi lemak jenuh dan rendah serat memperburuk kondisi ini.
8. Otot: Lemah dan Tertutup Lemak
Orang dengan kelebihan lemak cenderung kehilangan massa otot. Otot yang lemah dan tersusupi lemak membuat tubuh kurang bertenaga, mudah lelah, dan kurang aktif.
Peran Structural Imbalances dan Fascia Adhesion dalam Penyerapan dan Penumpukan Lemak
Banyak orang berpikir bahwa obesitas hanya soal kalori masuk dan keluar. Tapi, ada faktor biomekanik yang sering diabaikan, yaitu Structural Imbalances dan Fascia Adhesion.
1. Structural Imbalances: Posisi Tubuh Mempengaruhi Metabolisme
Ketika struktur tubuh tidak seimbang—seperti pelvic rotation, anterior pelvic tilt (APT), atau postur bungkuk (kyphosis)—organ dalam bisa mengalami tekanan yang mengganggu fungsinya.
Pencernaan Melambat → Perut tertekan akibat postur buruk, menyebabkan kerja lambung dan usus terganggu, membuat pencernaan karbohidrat lebih lambat dan meningkatkan risiko penumpukan lemak.
Gangguan Peredaran Darah dan Limfatik → Structural Imbalances bisa menekan pembuluh darah dan sistem limfatik, menyebabkan lemak lebih sulit dibakar dan cenderung menumpuk di area tertentu seperti perut dan paha.
Gangguan Pernapasan dan Oksigenasi Sel → Postur bungkuk dan fascia yang kaku membuat paru-paru tidak bisa bekerja optimal, mengurangi oksigenasi sel dan memperlambat metabolisme lemak.
2. Fascia Adhesion: Hambatan dalam Pembakaran Lemak
Fascia adalah jaringan ikat yang menghubungkan seluruh tubuh, dari otot, saraf, hingga organ dalam. Ketika terjadi adhesion atau perlekatan fascia akibat kurang gerak, stres, atau pola makan buruk, dampaknya bisa serius:
Aliran Darah dan Nutrisi Terhambat → Fasia yang kaku dan melekat menghambat suplai darah ke jaringan lemak, membuat lemak lebih sulit dimobilisasi untuk dibakar.
Resistensi Insulin Lokal → Fascia adhesion di sekitar perut dan paha bisa mengganggu kerja reseptor insulin, menyebabkan lemak lebih mudah tersimpan di area tersebut.
Gangguan Pergerakan Otot → Fascia yang kaku membatasi gerakan otot, menyebabkan aktivitas fisik menjadi kurang efektif dalam membakar lemak.
Dengan kata lain, lemak tubuh bukan hanya tentang makanan dan olahraga, tetapi juga tentang keseimbangan struktur tubuh dan kelenturan fascia.
Solusi: QULBI Habits untuk Mengatasi Lemak Berlebih
Obesitas bukan hanya soal berat badan, tapi soal keseimbangan fungsi tubuh. QULBI Habits menawarkan solusi holistik berbasis keseimbangan tubuh:
1. Input Habits → Mengurangi gula, HFCS, dan makanan ultra-proses, serta menggantinya dengan protein, lemak sehat, dan makanan alami.
2. System Habits (FASCIA Hack) → Terapi gerak yang menggabungkan 3 elemen yaitu balancing, touching, dan moving untuk memperbaiki postur dan metabolisme tubuh.
3. Output Habits → Kebiasaan puasa, tidur berkualitas, dan terapi bekam untuk detoksifikasi dan optimalisasi fungsi tubuh.
Dengan menerapkan QULBI Habits, lemak berlebih bisa dikendalikan secara alami tanpa harus menyiksa tubuh dengan diet ketat atau olahraga ekstrem.
Kesimpulan: Jangan Tunggu Sampai Terlambat!
Lemak tubuh yang tidak terlihat bukan berarti aman. Banyak orang tampak sehat dari luar, tapi di dalam tubuhnya penuh dengan lemak berlebih yang bisa memicu nyeri & penyakit kronis berbahaya.
Bagi kamu yang Obesitas, solusinya bukan hanya diet atau olahraga sesaat, tapi perubahan kebiasaan hidup yang sehat dan berkelanjutan, seperti yang ditawarkan dalam QULBI Habits. Yuk reservasi Terapi Obesitas via WhatsApp di 0856-9268-9993 !
Referensi:
- Centers for Disease Control and Prevention (CDC) – Body Fat Percentage Recommendations for Children
- American Council on Exercise (ACE) – Body Fat Categories for Different Age Groups
- Harvard T.H. Chan School of Public Health – The Hidden Dangers of Visceral Fat
- The Journal of Clinical Nutrition – The Impact of High-Fructose Corn Syrup on Metabolic Health
- Syaifullah, E. (2025). QULBI Method: Solusi Nyeri Holistik.
- Griya Sehat QULBI.
www.qulbi.com – Website resmi Griya Sehat QULBI.