Dave pascoe longevity – Dalam beberapa tahun terakhir, dunia longevity diramaikan oleh dua nama besar: Dave Pascoe dan Bryan Johnson.
Keduanya sama-sama mengejar satu tujuan:
memperlambat penuaan biologis dan memperpanjang healthspan (masa hidup sehat).
Menariknya, keduanya menempuh jalan yang berbeda.
- Bryan Johnson membangun sistem berbasis data dan teknologi.
- Dave Pascoe membangun sistem berbasis kebiasaan dan konsistensi.
Lalu muncul pertanyaan yang lebih menarik:
Jika kesehatan hanya bisa dibeli dengan teknologi mahal, mengapa banyak orang sehat yang tidak memiliki laboratorium pribadi?
Di sinilah QULBI Habits menawarkan sudut pandang yang berbeda.
—
Dua Biohacker, Dua Filosofi
Jika hanya melihat gaya hidup mereka, Bryan Johnson dan Dave Pascoe tampak sangat berbeda. Namun ketika melihat hasil akhirnya, keduanya sama-sama termasuk kelompok manusia dengan laju penuaan biologis paling lambat di dunia berdasarkan data Rejuvenation Olympics.
Bryan Johnson saat ini berusia sekitar 48 tahun, sedangkan Dave Pascoe telah berusia sekitar 62 tahun. Meskipun terpaut lebih dari satu dekade, keduanya mampu menunjukkan biomarker kesehatan yang jauh lebih baik dibandingkan rata-rata orang seusianya.
Salah satu parameter yang banyak digunakan untuk membandingkan keduanya adalah DunedinPACE, yaitu biomarker yang memperkirakan kecepatan penuaan biologis. Nilai 1,0 menunjukkan laju penuaan normal, sedangkan nilai di bawah 1,0 menunjukkan proses penuaan yang lebih lambat. Bryan Johnson saat ini berada di posisi teratas dengan nilai sekitar 0,50, sementara Dave Pascoe juga pernah memimpin leaderboard pada periode sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa keduanya berhasil memperlambat proses penuaan secara signifikan menurut parameter tersebut.
Menariknya, Dave Pascoe pernah melaporkan usia biologis sekitar 38 tahun, meskipun usia kronologisnya telah melewati 60 tahun. Bryan Johnson juga menunjukkan usia biologis yang lebih muda daripada usia sebenarnya berdasarkan berbagai pengujian epigenetik. Meski demikian, hasil seperti ini tetap perlu dipahami secara hati-hati karena usia biologis dapat berbeda tergantung metode pemeriksaan yang digunakan. Berikut data kesehatan kedua Biohacker ini:
Bryan Johnson: Tubuh Sebagai Laboratorium
Bryan dikenal melalui proyek Blueprint.
Ia mengukur lebih dari 100 biomarker secara berkala melalui pemeriksaan darah, MRI, CT Scan, DEXA, dan berbagai pengujian kesehatan lainnya. Semua keputusan gaya hidupnya didasarkan pada data.
Rutinitas hariannya sangat terstruktur:
- tidur sekitar pukul 20.30
- bangun sekitar pukul 05.00
- olahraga 90 menit
- sauna harian
- terapi cahaya merah
- meditasi dan latihan napas
- konsumsi puluhan suplemen
- seluruh makanan ditimbang dan dihitung secara presisi
Filosofi Bryan sederhana:
“Apa yang bisa diukur bisa dioptimalkan.”
Tubuh diperlakukan layaknya mesin yang terus dimonitor dan diperbaiki.
Dave Pascoe: Tubuh Sebagai Kebun
Dave Pascoe mengambil pendekatan berbeda.
Ia juga melakukan biohacking, tetapi fokusnya lebih kepada kebiasaan jangka panjang.
Rutinitasnya meliputi:
- stretching pagi
- mini trampoline (rebounding)
- latihan kekuatan
- aktivitas outdoor
- sauna
- meditasi
- pola makan rendah karbohidrat sederhana
- tidur yang disiplin
- penggunaan blue-light blocker malam hari
Dave memang terkenal mengonsumsi lebih dari 150 suplemen per hari, tetapi inti sistemnya sebenarnya bukan pada suplemen.
Intinya adalah:
bergerak setiap hari, makan makanan alami, tidur berkualitas, dan menjaga konsistensi selama bertahun-tahun.
Dari kedua tokoh ini, ada pelajaran yang sangat berharga. Bryan Johnson menunjukkan bagaimana teknologi, data, dan pengukuran yang sangat detail dapat digunakan untuk mengoptimalkan kesehatan. Dave Pascoe menunjukkan bahwa konsistensi menjalankan kebiasaan sehat selama bertahun-tahun juga mampu menghasilkan biomarker yang luar biasa.
—
Jika Dibedah, Apa Kebiasaan Utama Keduanya?
Kalau seluruh teknologi, alat, dan suplemen dicopot, tersisa pola yang sangat mirip.
1. Tidur
Bryan menganggap tidur sebagai prioritas nomor satu. Ia menjaga jadwal tidur yang sangat konsisten dan menghindari makan menjelang malam.
Dave juga melakukan hal yang sama:
- tidur teratur
- mengurangi paparan cahaya biru
- menjaga kualitas tidur alami
Keduanya sepakat:
sleep is the ultimate biohack.
2. Makan
Bryan:
- sayuran
- kacang-kacangan
- biji-bijian
- berries
- olive oil
- time restricted eating
Dave:
- wild fish
- grass-fed meat
- sayuran
- buah
- chia seed
- menghindari gula dan karbo sederhana
Keduanya sebenarnya sepakat pada satu hal:
makanan asli lebih penting daripada makanan ultra-proses.
3. Bergerak
Bryan:
- strength training
- cardio
- flexibility
- balance training
- hiking
- olahraga terstruktur
Dave:
- stretching
- rebounding
- aktivitas outdoor
- resistance training
- gerak sepanjang hari
Keduanya menyadari bahwa :
tubuh dirancang untuk bergerak.
4. Stres dan Pikiran
Bryan memasukkan:
- meditasi
- breathing exercise
- pengaturan lingkungan hidup
Dave memasukkan:
- meditasi
- rasa syukur
- refleksi harian
- doa
Menariknya, pada titik ini Dave mulai menyentuh sesuatu yang jarang dibahas dalam dunia biohacking modern:
makna hidup.
—
Masalah Besar Dunia Biohacking
Di sinilah kelemahan terbesar sebagian besar sistem anti-aging modern.
Mereka sangat kuat dalam menjawab:
- apa yang harus dimakan?
- kapan harus tidur?
- berapa denyut jantung ideal?
- biomarker apa yang harus diperbaiki?
Tetapi sering kurang menjawab:
- mengapa seseorang hidup?
- bagaimana hubungan sosialnya?
- bagaimana hubungan spiritualnya?
- bagaimana mengelola pikiran negatif?
- bagaimana membangun kebiasaan sehat yang bertahan puluhan tahun?
Padahal banyak penelitian menunjukkan bahwa:
- hubungan sosial
- tujuan hidup
- makna hidup
- spiritual well-being
berkaitan dengan umur panjang dan kualitas hidup.
—
Di Mana Posisi QULBI Habits?
QULBI Habits tidak berusaha mengalahkan Bryan Johnson.
QULBI Habits juga tidak berusaha menjadi versi murah dari Dave Pascoe.
QULBI Habits salah satu aplikasi dari Tensional Medicine berada pada level yang berbeda.
Jika Blueprint fokus pada biomarker dan Dave fokus pada longevity habits, maka QULBI mencoba menjawab pertanyaan yang lebih mendasar:
Mengapa tubuh menjadi tidak sehat sejak awal?
—
Struktur QULBI Habits
1. Input Habits
Thinking
Bukan sekadar meditasi.
Tetapi bagaimana pola pikir yang sehat memengaruhi sistem saraf, hormon, perilaku, dan keputusan hidup yang dipandu dengan cahaya Qalbu yang bersumber dari Al Qur’an & Sunnah yang dipahami Salafus Shalih.
Connecting
Ini hampir tidak ada dalam sistem Bryan maupun Dave.
Connecting mencakup:
- hubungan dengan Allah Ta’ala
- hubungan keluarga
- hubungan sosial
- rasa syukur
- tujuan hidup
Dalam banyak penelitian longevity, isolasi sosial bahkan disamakan bahayanya dengan faktor risiko kesehatan utama.
Eating
Mirip prinsip yang dipakai para biohacker:
- makanan alami
- minim ultra-proses
- sesuai kebutuhan tubuh
Tetapi fokusnya bukan sekadar kalori atau biomarker.
Fokusnya adalah membangun kebiasaan makan yang bisa dipertahankan seumur hidup.
Breathing
Ini juga relatif jarang dibahas dalam protokol longevity mainstream.
Padahal pola napas memengaruhi:
- sistem saraf otonom
- stres
- kualitas tidur
- postur
- gerakan diafragma
2. System Habits: Keunggulan QULBI
Inilah area yang hampir tidak disentuh Bryan maupun Dave.
Terdiri dari:
- Balancing
- Touching
- Moving
Tujuannya bukan sekadar membakar kalori.
Tujuannya adalah mengoptimalkan distribusi tension pada tubuh.
Dalam perspektif QULBI:
Banyak orang tidak bergerak secara optimal bukan karena malas. Tetapi karena tubuhnya sudah mengalami Tensional Imbalance.
Akibatnya:
- gerakan menjadi kompensatif
- efisiensi biomekanik menurun
- nyeri muncul
- aktivitas fisik berkurang
Di titik ini, FASCIA Hack berfungsi sebagai “reset mekanik” sebelum seseorang menjalankan habit sehat lainnya.
3. Output Habits
Fasting
Sudah banyak digunakan dalam dunia longevity.
Sleeping
Konsisten dengan apa yang dilakukan Bryan dan Dave.
Cupping
Menjadi salah satu bentuk recovery dan stimulasi jaringan yang unik dalam pendekatan QULBI.
Jadi:
Bagi QULBI Habits, biomarker seperti DunedinPACE, usia biologis, atau hasil laboratorium bukanlah tujuan akhir, melainkan alat untuk mengevaluasi hasil dari kebiasaan yang dijalankan. Fokus utama QULBI adalah membangun kebiasaan sehat yang menyeluruh melalui Thinking, Connecting, Eating, Breathing, Balancing, Touching, Moving, Fasting, Sleeping, dan Cupping. Dengan demikian, biomarker yang baik diharapkan menjadi konsekuensi alami dari perubahan kebiasaan yang dilakukan secara konsisten, bukan sekadar target angka yang dikejar.
—
Mengapa QULBI Lebih Mudah Diadopsi Masyarakat?
Masalah terbesar protokol anti-aging modern adalah:
terlalu rumit untuk dijalankan orang biasa.
Bryan membutuhkan disiplin ekstrem.
Dave membutuhkan ratusan suplemen.
Mayoritas masyarakat tidak mampu menjalankan itu.
QULBI mengambil prinsip berbeda:
kebiasaan kecil yang konsisten lebih kuat daripada intervensi besar yang tidak bertahan lama.
Karena pada akhirnya umur panjang bukan ditentukan oleh apa yang dilakukan selama 30 hari.
Tetapi oleh apa yang dilakukan selama 30 tahun.
—
Kesimpulan
Bryan Johnson menunjukkan bagaimana teknologi dan data dapat digunakan untuk mengoptimalkan kesehatan.
Dave pascoe longevity menunjukkan bahwa konsistensi kebiasaan sehat selama bertahun-tahun mampu menghasilkan biomarker yang luar biasa.
Namun keduanya secara tidak langsung mengajarkan pelajaran yang sama:
fondasi kesehatan tetaplah tidur, makan, bergerak, dan mengelola stres.
QULBI Habits menerima fondasi tersebut, lalu menambahkan tiga lapisan yang sering terlupakan:
- kesehatan struktur tubuh melalui FASCIA Hack,
- kesehatan pikiran melalui Thinking,
- kesehatan hubungan dan spiritualitas melalui Connecting.
Karena sehat bukan sekadar memiliki biomarker yang baik.
Sehat adalah ketika tubuh, pikiran, hubungan, dan qalbu bergerak selaras menuju kehidupan yang lebih berkualitas.
—
Referensi :
- Outlive. Attia P, Gifford B. Outlive: The Science and Art of Longevity. New York: Harmony; 2023.
- Lifespan. Sinclair DA, LaPlante M. Lifespan: Why We Age and Why We Don’t Have To. New York: Atria Books; 2019.
- The Biology of Belief. Lipton BH. The Biology of Belief. Hay House; 2015.
- Bryan Johnson. Blueprint Protocol dan Morning Routine. Tersedia di website resmi Blueprint.
- Dave Pascoe. Berbagai wawancara dan publikasi mengenai longevity habits, pola makan, olahraga, tidur, sauna, dan suplementasi.
- Endy Syaifullah. Konsep Sehat Ala QULBI dan Sehat Dimulai dari Qalbu, Biidznillah. Tersedia di website resmi QULBI.
- Syaifullah E. Tensional Medicine: Cara Baru Memahami Penyakit dari Sudut Pandang Ketegangan Tubuh. QULBI & Zenodo Preprint. DOI: 10.5281/zenodo.19759409.
