You are currently viewing Tensional Integrity dalam Perspektif Ibnul Qayyim dan Integrasi dengan FASCIA Hack

Tensional Integrity dalam Perspektif Ibnul Qayyim dan Integrasi dengan FASCIA Hack

0Shares

Perkataan Ibnul Qayyim Tentang Ketidakseimbangan Tensional – Dalam dunia medis modern, konsep Tensional Integrity atau ketidakseimbangan tegangan tubuh telah dikenal sebagai salah satu akar penyebab berbagai penyakit. Menariknya, Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitab Zaadul Ma’ad telah mengulas konsep ini jauh sebelum ilmu kedokteran modern berkembang.

Ibnul Qayyim dan Konsep Penyakit Konditif

Ibnul Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah dalam kitab Zaadul Ma’ad pada pasal pengobatan Nabi ﷺ untuk penyakit jasmani, membagi penyakit jasmani menjadi dua kelompok besar:

1. Penyakit fisik (materiil)
Penyakit yang muncul karena adanya materi atau unsur yang merusak tubuh, seperti panas, dingin, kering, atau lembab yang berlebihan.

2. Penyakit konditif
Penyakit yang muncul bukan karena zat tertentu, melainkan karena ketidakstabilan kondisi dan posisi organ, sehingga tubuh tidak lagi berada pada susunan wajarnya.

Kalimat kunci dari pembahasan ini—jika disederhanakan bahasanya—kurang lebih berbunyi:

Ketika organ tubuh berubah dari posisi wajarnya, atau bentuk dan rongganya mengalami kelainan, maka itulah penyakit karena ketidakseimbangan posisi.

Sekilas, kalimat ini terdengar seperti pembahasan “struktur tubuh” dalam arti modern. Tapi kalau direnungkan lebih dalam, Ibnul Qayyim sebenarnya tidak sedang bicara anatomi modern. Beliau tidak membahas tulang bergeser, sendi miring, atau biomekanika seperti yang dikenal hari ini. Tapi justru di situlah dalamnya. Yang dibahas adalah kondisi tubuh secara menyeluruh: stabil atau tidak, seimbang atau tidak.

Maksudnya Gangguan Stabilitas Tegangan (Versi QULBI)

Dalam perspektif QULBI  yang dimaksud “perubahan posisi” bukan berarti organ berpindah tempat secara mekanik, melainkan organ tidak lagi berada dalam kondisi stabil akibat perubahan keadaan di sekitarnya. Tubuh tidak dipandang sebagai kumpulan bagian terpisah, tetapi sebagai satu kesatuan yang saling mempengaruhi.

Di sinilah konsep tensional integrity (stabilitas tegangan tubuh) menjadi kunci.

Tubuh manusia bukan sekadar tumpukan organ, tulang, dan otot. Tubuh adalah sistem tegangan yang saling terhubung, di mana fascia berperan sebagai jaringan pengatur tegangan utama. Ketika tegangan ini stabil, organ berada pada kondisi terbaiknya. Tapi ketika tegangan terganggu, maka:

  • tekanan mekanik berubah,
  • aliran terganggu,
  • tekanan mekanik yang tidak seimbang akan diteruskan ke jaringan dan organ melalui proses yang kini dikenal sebagai mekanotransduksi
Baca Juga :  Rahasia Kekuatan Anatoly Vladimir: Bukan Otot, Tapi Fascia yang Terhubung!

Inilah yang dimaksud sebagai tensional imbalance (ketidakseimbangan tegangan tubuh).

Jadi, kalimat Ibnul Qayyim tentang “organ keluar dari posisi wajarnya” bisa dipahami sebagai:

👉 organ menerima beban tegangan yang tidak semestinya,
👉 sehingga fungsi dan kondisinya ikut terganggu.

Bukan rusak dulu, tapi tegangannya yang kacau dulu.

Analogi Rumah: Sedikit Miring, Lama-Lama Bermasalah

Bayangkan rumah, kak.

Masalah rumah bukan selalu karena tembok retak. Kadang pondasinya cuma miring sedikit. Dari luar kelihatan baik-baik saja. Tapi pelan-pelan:

  • pintu mulai susah ditutup,
  • lantai terasa tidak rata,
  • retakan kecil muncul di mana-mana.

Tubuh juga begitu.

Ketika tensional integrity terganggu, tubuh masih bisa bertahan. Tapi dalam jangka waktu tertentu, tekanan mekanik yang tidak seimbang akan “diterjemahkan” oleh sel dan jaringan menjadi sinyal stres—itulah mekanotransduksi patologis yang akhirnya memunculkan nyeri dan penyakit.

Integrasi dengan FASCIA Hack

Dalam konteks terapi modern, gangguan konditif yang dijelaskan Ibnul Qayyim dapat dipahami sebagai kondisi ketidakseimbangan tegangan tubuh yang tidak selalu tampak sebagai cedera, namun terasa sebagai nyeri, kaku, atau keterbatasan gerak.

Dalam pendekatan QULBI, FASCIA Hack hadir bukan untuk “membetulkan bentuk”, tapi untuk mengembalikan stabilitas tegangan tubuh.

1. Balancing
Menata ulang distribusi tegangan agar tubuh tidak saling menarik secara tidak proporsional.

2. Touching
Memberi input sensorik pada fascia untuk melepaskan pola ketegangan lama yang membuat tubuh terkunci dalam kondisi tidak stabil.

3. Moving
Mengajarkan tubuh bergerak dengan cara yang menjaga tensional integrity dalam aktivitas sehari-hari.

Pendekatan ini bekerja tepat di wilayah yang oleh Ibnul Qayyim digambarkan sebagai penyakit karena ketidakstabilan kondisi, bahkan sebelum kerusakan fisik yang nyata muncul.

Catatan Perspektif QULBI (Penting Dibaca)

Artikel ini disusun dari perspektif QULBI, yaitu pendekatan kesehatan yang memandang tubuh sebagai sistem tegangan yang saling terhubung (tensional integrity) dengan fascia sebagai pengatur utamanya.

Baca Juga :  Bedah Subluksasi vs Tensegrity: Mengapa FASCIA Hack Bukan Chiropractic ?

Pembacaan terhadap karya Ibnul Qayyim dalam artikel ini tidak dimaksudkan sebagai penetapan makna final atas apa yang beliau rahimahullah maksudkan. Ibnul Qayyim tidak menggunakan istilah fascia, tensional integrity, maupun mekanotransduksi sebagaimana dikenal dalam ilmu kesehatan modern.

Oleh karena itu, QULBI tidak menyatakan bahwa tensional integrity adalah istilah atau konsep eksplisit yang dimaksud oleh Ibnul Qayyim. Yang dilakukan dalam artikel ini adalah upaya membaca pemikiran beliau melalui lensa konseptual QULBI, sebagai dialog lintas zaman antara khazanah keilmuan klasik dan pendekatan kesehatan kontemporer.

Pendekatan ini bertujuan untuk memperkaya cara pandang, bukan menggantikan makna asli teks klasik, dan tidak dimaksudkan sebagai klaim kesetaraan istilah atau maksud secara mutlak.

Penutup

Ibnul Qayyim tidak berbicara dengan bahasa fascia atau biomekanika. Namun, beliau menekankan satu hal yang sangat mendasar:
👉 tubuh sehat adalah tubuh yang stabil secara kondisi,
👉 dan sakit muncul ketika stabilitas itu terganggu.

Dalam bahasa QULBI hari ini, stabilitas itu dipahami sebagai tensional integrity. Dan FASCIA Hack hadir sebagai ikhtiar praktis untuk merawatnya—dengan cara yang lembut, menyeluruh, dan berorientasi pada akar masalah. Inilah maksud Perkataan Ibnul Qayyim Tentang Ketidakseimbangan Tensional yang QULBI pahami.

Bukan untuk menyederhanakan warisan keilmuan klasik,
tetapi untuk menjadikannya cermin refleksi dalam memahami tubuh manusia secara lebih utuh.

Referensi :

  • Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah. Zaadul Ma’ad fi Hadyi Khairil ‘Ibad. Jilid 4. Tahqiq: Syu’aib Al-Arna’uth & ‘Abdul Qadir Al-Arna’uth. Beirut: Mu’assasah Ar-Risalah.
  • Syaifullah, E. (2025). QULBI Method sebagai Solusi Nyeri Holistik. Griya Sehat QULBI. www.qulbi.com
0Shares

Griya Sehat QULBI

Spesialis Terapi Nyeri Bekasi

Tinggalkan Balasan