You are currently viewing SARAF KEJEPIT: Saat Tegangan Tubuh Kehilangan Keseimbangannya (Pandangan Tensional Integrity ala QULBI)

SARAF KEJEPIT: Saat Tegangan Tubuh Kehilangan Keseimbangannya (Pandangan Tensional Integrity ala QULBI)

0Shares

Terapi Saraf Kejepit Bekasi WA QULBI 085692689993 – Pernah nggak merasa nyeri yang menjalar, seperti kabel listrik yang ketarik dari pinggang sampai kaki?
Atau leher yang rasanya “ketarik” sampai ke bahu dan lengan?

Orang sering menyebutnya satu nama: saraf kejepit.

Tapi mari berhenti sebentar.
Kalau saraf itu benar-benar dijepit, kenapa rasa nyerinya bisa pindah?
Kenapa kadang hilang, lalu muncul lagi di tempat berbeda?

Di QULBI, pertanyaan-pertanyaan ini membuka satu pintu penting:
👉 Masalahnya bukan sekadar jepitan. Masalahnya adalah tegangan tubuh yang tidak lagi selaras.

Dan di sinilah Tensional Integrity (Keseimbangan Tegangan Tubuh) berperan.

🧩 Saraf Kejepit Bukan Soal Jepit, Tapi Soal Tegangan

Dalam konsep Tensional Integrity (Biotensegrity oleh Dr Stephen Levin, 1970), tubuh tidak bekerja seperti tumpukan tulang yang ditekan dari atas ke bawah.
Tubuh bekerja seperti jaringan tenda:

  • tulang = batang penyangga
  • fascia, otot, ligamen = tali-tali penegang
  • saraf = kabel sensitif yang hidup di dalam sistem tegangan itu

Kalau satu tali ditarik berlebihan…
seluruh tenda ikut berubah bentuk.

👉 Saraf tidak perlu terjepit keras untuk sakit. Cukup terganggu oleh perubahan tegangan.

Itulah kenapa saraf kejepit sering terasa:

  • nyeri menjalar
  • kesemutan
  • baal
  • seperti tersengat listrik
  • lemah tanpa sebab jelas

Bukan karena saraf “rusak”, tapi karena lingkungan tegangannya kacau.

🎯 Akar Masalah Saraf Kejepit: Tensional Integrity yang Rusak

Ini bagian yang sering banget terlewat di banyak tempat terapi. Kebanyakan fokus pada “mematikan nyeri”, bukan mencari kenapa nyerinya muncul.

Dalam QULBI Method, hampir semua kasus saraf kejepit bisa ditelusuri ke tiga gangguan besar dalam sistem tegangan tubuh.

1️⃣ Tegangan Panggul Tidak Seimbang (Balancing & Tension Issue)

Panggul adalah hub tegangan tubuh.

Sedikit saja terjadi:

  • Left Pelvic Rotation (LPR)
  • Right Pelvic Rotation (RPR)
  • Anterior / Posterior Pelvic Tilt

maka yang berubah bukan cuma posisi tulang, tapi arah tarikan fascia dan otot ke seluruh spine.

Akibatnya:

  • satu sisi tulang belakang “ketarik”
  • sisi lain “tertekan”
  • disc terdorong bukan karena beban, tapi karena arah tegangan salah

Bayangkan tenda yang talinya ditarik lebih kencang di satu sisi.
Tiangnya nggak patah, tapi posisinya pasti miring.

2️⃣ Fascia Mengeras = Tegangan Mengunci (Touching & Tension Issue)

Fascia adalah penyimpan memori tegangan.

Duduk lama, stres, trauma lama, postur salah → fascia:

  • memendek
  • menebal
  • kehilangan elastisitas
  • menciptakan adhesi

Saat fascia kaku:

  • ruang saraf menyempit
  • saraf tidak bisa glide
  • sinyal saraf terganggu

Bukan dijepit…
tapi dicekik pelan-pelan oleh sistem tegangan yang beku.

Fascia itu seperti plastik wrap di tubuh.
Begitu satu bagian ketarik, seluruh tubuh ikut “ketarik ceritanya”.

3️⃣ Gerak yang Melawan Tegangan Alami Tubuh (Moving Issue)

Tubuh dirancang untuk gerak selaras tegangan, bukan asal kuat.

Masalahnya:

  • duduk lama
  • gym tanpa paham tension
  • stretching sembarangan
  • olahraga yang “satu sisi”

Semua ini bisa:

  • merusak keseimbangan tegangan
  • memperparah rotasi panggul
  • menarik fascia ke arah yang salah

Gerak yang salah itu seperti narik simpul yang sudah kusut.
Bukannya rapi, malah makin kencang.

Kenapa Terapi Saraf Kejepit Sering Tidak Tuntas?

Banyak orang hanya mengandalkan:

  • obat anti-nyeri
  • obat saraf
  • salonpas
  • pijat bebas
  • stretching sembarangan
  • pengobatan instan

Karena fokusnya hanya ke:

  • nyeri
  • saraf
  • disc

Padahal saraf hanyalah korban, bukan pelaku.

Kalau:

  • tegangan tubuh masih timpang
  • fascia masih kaku
  • pola gerak masih salah

nyeri pasti balik, cepat atau lambat.

Menghilangkan nyeri tanpa memperbaiki tensional integrity
itu seperti mematikan alarm tapi api masih menyala.

Dan itu yang menjadi fokus QULBI.

Bagaimana QULBI Mengatasi Saraf Kejepit?

QULBI tidak hanya meniatkan “meredakan nyeri”, tapi menyelesaikan akar masalahnya. QULBI Method tidak “melawan” tubuh.
QULBI mengajak tegangan tubuh kembali rukun.
Pendekatannya selalu melalui FASCIA Hack dengan tiga pintu utama:

Baca Juga :  Terapi Nyeri: Antara Pendekatan Konvensional dan Solusi Holistik QULBI

1️⃣ Balancing — Menormalkan Arah Tegangan

Teknik puntir balik digunakan bukan sekadar meluruskan tulang, tapi untuk:

  • mengoreksi arah tarikan fascia
  • menyeimbangkan tensi kiri–kanan
  • membuka kembali jalur saraf

Begitu arah tegangan benar,
tekanan pada saraf sering berkurang dengan sendirinya.

2️⃣ Touching — Melepas Simpul Tegangan Fascia

Melalui Pijat Myofascial release, cupping, dry needling, akupresur, TENS, Patting, Dry Cupping, dsb
digunakan untuk:

  • melembutkan fascia
  • melepas adhesi
  • mengembalikan elastisitas jaringan

Tujuannya bukan “dipijat enak”,
tapi membebaskan saraf dari tarikan yang salah arah.

3️⃣ Moving — Mengajarkan Gerak Selaras Tegangan

Setelah tension kembali seimbang, tubuh harus diajar:

  • gerak yang tidak merusak balancing
  • nerve glide yang aman
  • aktivasi otot penyangga tegangan
  • gerak yang ramah fascia

Ini yang bikin hasil terapi tahan lama, bukan sementara.

QULBI Habits: Menjaga Tension Integrity Sehari-hari Agar Saraf Tidak Kejepit Lagi

Saraf kejepit jarang datang tiba-tiba.
Ia hasil dari kebiasaan bertahun-tahun. Oleh karena itu setelah nyeri mereda, kakak dibimbing untuk menjalankan kebiasaan sehat holistik, QULBI Habits:

  • Thinking: mindset sehat, no stress-loading. Stres = tegangan
  • Connecting: keseimbangan hati, doa, kualitas hubungan
  • Eating: nutrisi anti-inflamasi yang mendukung saraf
  • System Habits: FASCIA Hack harian sebagai perawatan tegangan
  • Output Habits: fasting, sleeping, cupping sebagai reset alami

Tubuh itu seperti kebun.
Kalau tanahnya diperbaiki, tanaman yang sakit pun membaik sendiri.

FAQ

  • Apa saraf kejepit bisa sembuh total?
    Insyaa Allah Bisa, selama sistem tegangannya dipulihkan. Tetapi pada kasus tertentu yang berat, perlu kolaborasi dengan dokter.
  • Saraf kejepit apakah harus operasi?
    Kebanyakan tidak. Operasi dipertimbangkan kalau ada tanda bahaya atau kerusakan saraf yang berat.
  • Kenapa di QULBI cepat terasa perubahan?
    Alhamdulillah, karena yang dibenahi adalah arah tegangan, bukan sekadar gejala. Setiap orang beda, evaluasi rutin tetap penting.
  • Apakah aman untuk semua usia?
    Insyaa Allah aman, karena FASCIA Hack bekerja mengikuti hukum tension tubuh. Namun tetap perlu assessment (QULBI Check Up) dulu untuk memastikan tindakan terapinya.

Testimoni Klien: “Akhirnya Bisa Nyetir Tanpa Rasa Tertembak di Pinggang”

Kamu pernah dengar cerita tentang seseorang yang hidupnya berubah hanya karena bisa duduk tanpa meringis?
Nah, ini kisah nyata dari salah satu klien QULBI—seorang pria 40 tahun, seorang driver, yang tiap hari bergantung pada pinggangnya untuk mencari nafkah.

Bayangin, kak…
Setiap kali dia injak pedal, ada rasa seperti “ditusuk listrik” dari pinggang tembus ke kaki. Dokter bilang itu HNP / saraf kejepit. Dia sudah coba obat, salep, stretching YouTube—tapi rasa nyetrum itu tetap datang kayak tamu tak diundang.

Sampai akhirnya dia ke Griya Sehat QULBI.

Sesi Pertama: “Yang penting bisa napas lega dulu…”

Begitu assessment dimulai dengan QULBI Check-Up, terlihat jelas: struktur tubuhnya sudah lama miring karena pola kerja duduk terlalu lama yang membuat tegangan panggul tidak seimbang. Fascia di pinggang dan glute-nya keras seperti tambang kering.
Saat FASCIA Hack dimulai—gabungan Balancing, Touching, dan Moving—badannya langsung bereaksi. Dia bilang:

“Coach… ini kayak ada yang dibuka dari dalam.”

Setelah sesi pertama, rasa nyetrum memang belum hilang total, tapi intensitasnya turun drastis. Dia bisa turun dari mobil tanpa harus pegangan pintu.

Sesi Kedua: “Kayak hidup baru, Coach… Alhamdulillah”

Di sesi kedua, tension utama di lumbar dan piriformis berhasil dilepas. Balancing-nya pas, Touching-nya kena titik akar masalah, dan Moving-nya bikin pola jalan kembali normal.

Habis sesi, dia coba duduk di kursi QULBI sambil senyum kecil:

“Coach… kok hilang ya? Dulu duduk gini aja langsung menjalar. Sekarang enteng banget.”

Dari situ, tegangan panggulnya kembali stabil, jaringan fascianya lemas (dalam arti sehat), dan jalur sarafnya sudah tidak lagi tertekan.

Hasilnya?

2 sesi FASCIA Hack. Nyeri menjalar hilang. Bisa nyetir normal. Alhamdulillah, semua terjadi biidznillah.**

Baca Juga :  Bahaya Mamografi & Pilihan Pemeriksaan Payudara yang Lebih Aman: Panduan Holistik ala QULBI

Dan seperti klien lain di QULBI, setelah sembuh dia juga diarahkan menerapkan QULBI Habits supaya tubuhnya tetap seimbang dan tidak kambuh.

Penutup

Saraf kejepit bukan tanda tubuh rusak.
Ia hanya pesan:
“Teganganmu tidak lagi selaras.”

Saat tension integrity dipulihkan,
tubuh punya kemampuan alami untuk menyembuhkan dirinya sendiri—
biidznillah.

Dan itulah yang menjadi misi QULBI: membantu kakak kembali hidup tanpa nyeri, bergerak bebas, dan menikmati kesehatan yang holistik melalui ikhtiar Terapi Saraf Kejepit Bekasi, Biidznillah

Tension: No Kenceng, No Kendor. Paz !

Daftar Referensi :

1️⃣ Saraf Kejepit, Sciatica, dan Radiculopathy

  • Jensen, R. K., et al. “Lumbar radiculopathy: Clinical diagnosis and management.” BMJ, 2022.
  • Tarulli, A. W., & Raynor, E. M. “Lumbosacral radiculopathy.” Neurologic Clinics, 2007.
  • Stafford, M. A., Peng, P., & Hill, D. A. “Sciatica: A review of history, epidemiology, pathogenesis, and the role of epidural steroid injection in management.” British Journal of Anaesthesia, 2007.
  • Konstantinou, K., & Dunn, K. M. “Sciatica: review of epidemiological studies and prevalence estimates.” Spine, 2008.

2️⃣ Hubungan Disc Herniation dan Saraf Kejepit

  • Jordan, J., Konstantinou, K., & O’Dowd, J. “Herniated lumbar disc.” BMJ Clinical Evidence, 2011.
  • Weber, H. “Lumbar disc herniation: A controlled, prospective study with ten years of observation.” Spine, 1983.
  • Postacchini, F. “Epidemiology and natural history of lumbar disc herniation.” Spine, 1999.

3️⃣ Peran Fascia dalam Nyeri Menjalar (Fascial Connections & Adhesions)

  • Schleip, R., et al. “Fascia is able to contract independently of skeletal muscles.” Journal of Bodywork and Movement Therapies, 2006.
  • Langevin, H. M., et al. “Fascia and connective tissue: Emerging insights into their roles in chronic musculoskeletal pain.” Journal of Pain, 2011.
  • Wilke, J., et al. “What is evidence-based about myofascial chains: A systematic review.” Journal of Anatomy, 2016.
  • Chaitow, L. “Neurogenic inflammation and chronic pain.” Journal of Bodywork & Movement Therapies, 2014.

4️⃣ Pelvic Rotation, Tilt, dan Hubungannya dengan Radiculopathy

  • Lee, D. The Pelvic Girdle (4th ed.). Elsevier, 2011. (Referensi paling solid soal biomekanik panggul).
  • Vleeming, A., et al. “Movement, stability and lumbopelvic pain: Integration of research and therapy.” Churchill Livingstone, 2007.
  • Nourbakhsh, M. R., & Moussavi, S. J. “Relationship between mechanical factors and incidence of low back pain.” Journal of Orthopedic Sports Physical Therapy (JOSPT), 2001.

5️⃣ Fascia & Electrical Body (Referensi Oschman)

  • Oschman, J. L. Energy Medicine: The Scientific Basis. Elsevier, 2015.
  • Oschman, J. L. “Connective tissue as a body-wide signaling network.” Journal of Alternative and Complementary Medicine, 2003.

6️⃣ Myofascial Release, Cupping, Needling dan Penurunan Kompresi Saraf

  • Ajimsha, M. S. “Effectiveness of myofascial release therapy on chronic low back pain.” Journal of Bodywork and Movement Therapies, 2012.
  • Liu, X., et al. “Cupping therapy for pain conditions: A systematic review.” Journal of Traditional Chinese Medicine, 2013.
  • Dommerholt, J., & Fernández-de-Las-Peñas, C. “Trigger points and radicular pain: Mechanisms and clinical implications.” Current Pain and Headache Reports, 2017.

7️⃣ Integrative Medicine & Anti-Inflammatory Nutrition

  • Calder, P. C. “Omega-3 fatty acids and inflammatory processes.” Nutrients, 2010.
  • Esposito, K., et al. “Effect of Mediterranean diet on inflammation and chronic pain.” JAMA, 2004.
  • Slavin, J. “Dietary fiber and chronic disease.” Nutrition Research, 2005.

8️⃣ Postural Dysfunction & Chronic Pain

  • Kendall, F. P., et al. Muscles: Testing and Function. Lippincott Williams & Wilkins, 2005.
  • McGill, S. M. Low Back Disorders: Evidence-Based Prevention and Rehabilitation. Human Kinetics, 2015.
  • Syaifullah, E. (2025). QULBI Method: Solusi Nyeri Holistik. Griya Sehat QULBI. www.qulbi.com
0Shares

Griya Sehat QULBI

Spesialis Terapi Nyeri Bekasi

Tinggalkan Balasan