Apa Itu PCOS?
PCOS (Polycystic Ovary Syndrome) adalah kondisi di mana ovarium menghasilkan folikel kecil-kecil yang gagal matang dan dilepaskan secara normal. Gambar di atas menunjukkan perbedaan antara ovarium sehat (normal ovary) dan ovarium dengan PCOS (polycystic ovary). Folikel yang terperangkap ini membuat siklus menstruasi tidak teratur, menimbulkan gangguan hormonal, bahkan memengaruhi kesuburan.
Tapi tunggu, pernah dengar soal pengaruh pelvic imbalance terhadap PCOS? Kita bahas lebih dalam yuk.
Pelvic Imbalance: Lebih Dari Sekadar Postur yang Salah
Bayangkan panggul seperti fondasi sebuah rumah. Kalau fondasinya miring, semua struktur di atasnya jadi ikut kacau, termasuk organ-organ di dalamnya. Pada kasus pelvic imbalance, distribusi tekanan di area pelvis tidak merata. Hal ini bisa menyebabkan ketegangan otot dan fascia di sekitar ovarium, rahim, serta jaringan sekitarnya.
Ketidakseimbangan ini sering diabaikan, padahal bisa memperburuk aliran darah dan limfatik ke organ reproduksi. Akibatnya, hormon tidak tersebar optimal, dan metabolisme ovarium terganggu—kondisi ideal bagi PCOS untuk berkembang.
Hubungan Antara PCOS dan Pelvic Imbalance
Ada beberapa poin penting yang menunjukkan bagaimana PCOS bisa terkait dengan pelvic imbalance:
- Gangguan Sirkulasi Darah ke Ovarium
Ketegangan fascia pelvis akibat pelvic tilt atau rotasi panggul memengaruhi aliran darah ke ovarium. Ini bisa menyebabkan penumpukan hormon androgen yang menjadi ciri khas PCOS. - Kompresi Saraf di Area Panggul
Ketegangan fascia atau posisi panggul yang tidak sejajar dapat memberi tekanan berlebihan pada saraf yang memengaruhi fungsi ovarium. - Stress Mekanis pada Ovarium
Ketidakseimbangan struktur dapat memicu kontraksi otot pelvis yang berlebihan. Ini menambah tekanan fisik pada ovarium dan jaringan sekitarnya, yang dapat menghambat fungsi reproduksi.
Solusi Holistik: Pendekatan Terhadap PCOS dan Pelvic Imbalance
Mengatasi PCOS tidak hanya soal obat hormonal. Menyeimbangkan panggul adalah langkah penting untuk mendukung penyembuhan alami tubuh. Salah satu cara efektif untuk ini adalah dengan terapi fisik yang fokus pada fascia, seperti FASCIA Hack di Griya Sehat QULBI. Teknik ini menggabungkan tiga elemen sbb:
- Balancing: Mengembalikan keselarasan panggul melalui teknik manual seperti Teknik puntir balik atau Terapi PAZ Biomekanik
- Touching: Membebaskan ketegangan fascia yang mengganggu aliran darah ke organ reproduksi.
- Moving: Memperbaiki pola gerakan aktivitas harian tubuh agar struktur panggul tetap stabil.
Selain itu, kebiasaan sehari-hari seperti postur duduk, pola makan sehat, dan manajemen stres juga berperan besar dalam menjaga keseimbangan hormon. Di Griya Sehat QULBI, Klien dilatih memiliki Kebiasaan sehat holistik yang disebut dengan QULBI Habits.
Kesimpulan
PCOS bukan hanya masalah hormonal, tapi juga bisa berkaitan erat dengan struktur tubuh, terutama panggul. Jadi, kalau panggul mirip fondasi rumah, yuk pastikan dia selalu seimbang agar tubuh tetap berfungsi optimal! Kamu punya pertanyaan atau pengalaman tentang PCOS atau pelvic imbalance?
Referensi :
- Teede, H., Deeks, A., & Moran, L. (2010). Polycystic ovary syndrome: a complex condition. BMC Medicine, 8(1), 41.
- Schleip, R., et al. (2012). Fascia: The Tensional Network of the Human Body. Elsevier.
- Lee, D. G., & Vleeming, A. (2004). The role of the pelvic girdle in stability and motion. J. Manual & Manipulative Therapy, 12(1), 17-21.
- Fernández-de-las-Peñas, C., et al. (2009). Myofascial Trigger Points: Pathophysiology and Management. Jones & Bartlett.
- Altmae, S., et al. (2017). Human endometrial transcriptomics in PCOS. Scientific Reports, 7(1), 11459.
- Syaifullah, E. (2025). FASCIA Hack: Terapi Ketidakseimbangan Struktural. Griya Sehat QULBI (www.qulbi.com)