Kamu pasti sudah nggak asing lagi dengan istilah “exercise,” kan? Banyak orang beranggapan bahwa semakin intens dan sering bergerak, semakin sehat tubuh kita. Tapi, tahukah kamu bahwa exercise yang tidak disesuaikan dengan kondisi tubuh bisa justru menyebabkan masalah, terutama pada struktur tubuh dan fascia?
Apa Itu Fascia dan Kenapa Penting?
Fascia adalah jaringan ikat yang menyelimuti otot, tulang, saraf, dan organ dalam tubuh kita. Bayangkan fascia seperti jaring laba-laba elastis yang membungkus dan menghubungkan seluruh bagian tubuh.
Saat fascia dalam kondisi sehat, ia tetap fleksibel dan memungkinkan tubuh bergerak bebas. Tapi ketika terjadi ketidakseimbangan struktural akibat gerakan olahraga yang “salah”, fascia bisa menegang, menempel (adhesi), atau bahkan mengeras. Inilah yang menyebabkan tubuh terasa kaku, nyeri, atau bahkan memicu penyakit kronis.
Satu fakta lagi, Pernahkah kamu merasa setelah berolahraga, terutama yang melibatkan gerakan berulang atau satu sisi seperti badminton, tubuh malah jadi lebih pegal dan bahkan cidera, muncul nyeri? Wah, ternyata itu bukan kebetulan, lho! itulah Fascia Adhesions, perlekatan fascia yang muncul karena gerakan olahraga yang “salah”. Pada metode terapi FASCIA Hack (Balancing, Touching & Moving) di Griya Sehat QULBI, diajarkan cara yang lebih tepat agar gerakan tubuh membawa manfaat maksimal tanpa justru menambah beban pada tubuh.
Pahami Dulu Konsep ‘Moving’ yang Benar
Dalam metode FASCIA Hack, Moving bukan sekadar berolahraga atau melakukan gerakan fisik yang cepat. Ini adalah langkah untuk mengintegrasikan gerakan tubuh yang sudah disesuaikan dengan kondisi struktur rangka (melalui Balancing) dan penguraian fascia (melalui Touching). Jadi, tubuh bisa bergerak dengan bebas dan alami tanpa merusak keseimbangan yang sudah tercipta.
Moving di sini berarti gerakan yang terkontrol, proporsional, dan tidak menambah ketegangan yang sudah ada. Tujuannya? Membantu tubuh bergerak dengan lebih efisien, tanpa membebani atau memperburuk ketidakseimbangan yang ada.
Contoh Kasus: Badminton dan Olahraga Satu Sisi
Nah, banyak orang yang terjebak dengan olahraga yang cenderung lebih mengandalkan gerakan satu sisi. Salah satu contoh paling umum adalah badminton. Olahraga ini memang menyenangkan dan penuh tantangan, tapi sering kali, gerakan berulang pada satu sisi tubuh—seperti memukul kok dengan tangan yang sama—dapat menyebabkan ketidakseimbangan postur dan tensio fascia yang berlebihan.
Bayangkan deh, kamu bermain badminton dengan lebih dominan menggunakan tangan kanan. Hal ini secara otomatis memberi tekanan ekstra pada bahu kanan, punggung, dan lengan kanan, sementara sisi kiri tubuh jadi kurang terlatih. Kalau tubuh nggak diperbaiki keseimbangannya (melalui Balancing), gerakan yang berulang-ulang ini bisa menyebabkan cedera pada bahu, punggung, bahkan ketegangan pada fascia yang nggak terurai dengan baik.
Olahraga satu sisi lainnya yang bisa memicu hal serupa adalah tenis, voli, baseball, atau bahkan golf. Semakin sering gerakan satu sisi dilakukan tanpa memperhatikan keseimbangan tubuh, semakin besar risiko tubuh mengalami masalah postur dan fascia yang ketat atau terhambat.
Tapi, Ini Mungkin Nggak Berlaku Buat Atlet Profesional!
Nah, ada satu hal yang perlu digarisbawahi: bahaya olahraga satu sisi ini mungkin tidak berlaku bagi atlet profesional. Kenapa?
Karena mereka memiliki sistem latihan yang terintegrasi, yang memastikan tubuh mereka tetap seimbang meskipun terus-menerus melakukan gerakan satu sisi. Atlet badminton, tenis, atau golf tidak hanya bermain di lapangan, tetapi juga melakukan latihan pendukung yang dirancang untuk menyeimbangkan tubuh mereka.
Beda dengan orang awam yang hanya bermain sepekan sekali tanpa latihan pendukung, sehingga tubuh mereka tidak memiliki adaptasi yang cukup untuk menyeimbangkan beban gerakan satu sisi. Ini yang justru berbahaya!
Jadi, kalau kamu bukan atlet yang punya program latihan seimbang, kamu harus lebih berhati-hati dalam memilih jenis olahraga dan memastikan tubuh tetap seimbang sebelum dan sesudah latihan.
Kenapa Bisa Begitu?
Gerakan yang hanya mengandalkan satu sisi tubuh, tanpa memperhatikan keseimbangan otot dan struktur tubuh secara keseluruhan, bisa membuat tubuh kehilangan harmoninya. Fascia, yang seharusnya membantu tubuh bergerak dengan lancar, malah terjebak dalam adhesion atau ketegangan yang tidak alami. Hal ini bisa mengganggu stabilitas tubuh, bahkan mengarah pada cedera serius jika tidak ditangani dengan benar.
Solusinya: Pahami Urutan yang Tepat
Jadi, sebelum kamu melompat ke dalam aktivitas fisik atau olahraga favorit, pastikan tubuhmu sudah dipersiapkan dengan benar. Di sinilah pentingnya Balancing dan Touching SEBELUM Moving dalam FASCIA Hack. Jadi menurut kami untuk kenyamanan dan keamanan maka sebelum berolahraga atau excercise sebaiknya lakukan dahulu Balancing dan Touching di tubuhmu setelah itu barulah berolahraga dan pastikan gerakan olahraganya juga sesuai dengan Kaidah Balancing yaitu pas dengan penyimpangan tubuhmu agar tidak menjadi cidera dan nyaman. Olahraga seperti inilah yang kami sebut dengan Moving, salah satu elemen di FASCIA Hack. Berikut urutannya :
- Balancing: Pastikan rangka tulang sudah disetel dan sejajar dengan teknik Puntir Balik (PAZ Biomekanik), supaya tubuh bisa bergerak dengan lebih alami. Jangan sampai ketidakseimbangan pada tubuh malah memperburuk kondisi saat bergerak.
- Touching: Urai ketegangan pada fascia dengan pijat myofascial release, tens, akupresur, dsb; terutama yang disebabkan oleh aktivitas sehari-hari atau kebiasaan buruk. Dengan cara ini, fascia bisa bergerak lebih bebas, dan otot pun jadi lebih fleksibel.
- Moving: Barulah setelah itu, lakukan gerakan yang harmonis dan seimbang. Jangan paksakan tubuh untuk beraktivitas yang berat jika struktur dan fascianya belum siap. Dengan Moving yang terkontrol, tubuh bisa bekerja secara optimal, dan risiko cedera bisa diminimalisir.
Kesimpulan
Exercise yang baik adalah yang tidak hanya melibatkan gerakan fisik, tapi juga memperhatikan keseimbangan tubuh secara menyeluruh. Moving dalam FASCIA Hack bukan sekadar bergerak, tetapi bergerak dengan cara yang mendukung tubuh untuk tetap sehat dan seimbang. Dengan memperbaiki Balancing dan Touching terlebih dahulu, tubuh bisa bergerak dengan cara yang lebih efisien, tanpa merusak struktur yang sudah ada.
Jadi, sebelum kamu melangkah ke olahraga atau aktivitas fisik lainnya, pastikan untuk mengevaluasi kondisi tubuhmu terlebih dahulu. Kenali Imbalances tubuhmu dengan QULBI Chek Up. Jangan sampai gerakan yang kamu lakukan malah membuat tubuh jadi lebih nyeri!
Dan yang paling penting, jangan membandingkan tubuhmu dengan atlet profesional. Mereka punya sistem latihan yang dirancang untuk menjaga keseimbangan tubuh, sementara kita sebagai orang awam harus lebih bijak dalam mengelola latihan agar tetap sehat dan bebas cedera.
Ciptakan harmoni antara struktur tubuh dan fascia, dan nikmati manfaat dari gerakan yang lebih sehat dan bebas rasa nyeri dengan terapi FASCIA Hack di Griya Sehat QULBI sebelum kamu berolahraga!
Referensi :
- Schleip, R., & Müller, D. G. (2013). Training principles for fascial connective tissues. J. Bodywork Mov. Ther., 17(1), 103–115.
- Myers, T. W. (2014). Anatomy Trains: Myofascial Meridians for Manual and Movement Therapists (3rd ed.). Churchill Livingstone.
- Kibler, W. B., & Sciascia, A. (2010). Kinetic chain contributions to elbow function in sports. Clin. Sports Med., 29(4), 519–528.
- Cools, A. M., et al. (2015). Prevention of shoulder injuries in overhead athletes. Br. J. Sports Med., 49(18), 1194–1199.
- McGill, S. M. (2016). Back Mechanic: The secrets to a healthy spine. Backfitpro Inc.
- Cook, G. (2010). Movement: Functional Movement Systems. On Target Publications.
- Syaifullah, E. (2025). QULBI Method: Fascia Hack sebagai Solusi Nyeri Holistik.
- Griya Sehat QULBI.
www.qulbi.com – Website resmi Griya Sehat QULBI.