You are currently viewing Functional Medicine: Nyeri atau Penyakit Itu Seperti Gunung Es, Structural Imbalances Akar Masalahnya – FASCIA Hack Solusinya !

Functional Medicine: Nyeri atau Penyakit Itu Seperti Gunung Es, Structural Imbalances Akar Masalahnya – FASCIA Hack Solusinya !

0Shares

Pernah dengar ungkapan bahwa penyakit itu seperti gunung es? Yang tampak di permukaan adalah penyakit seperti diabetes, kanker, penyakit jantung, autoimun, obesitas, arthritis, atau fibromyalgia. Tapi kalau kita melihat lebih dalam, ada akar penyebab yang tersembunyi di bawahnya. Inilah konsep yang diusung oleh Functional Medicine, berbeda dari Conventional Medicine yang lebih fokus mengatasi gejala daripada akar masalahnya.

Functional Medicine: Revolusi Kesehatan yang Mulai Mendunia

Di dunia medis, Functional Medicine mulai berkembang pesat sebagai pendekatan yang lebih holistik dalam menangani penyakit kronis. Gerakan ini dipelopori oleh Dr. Jeffrey Bland, seorang biokimiawan yang sering disebut sebagai The Father of Functional Medicine.

Functional Medicine mendapatkan momentumnya ketika The Institute for Functional Medicine (IFM) didirikan pada tahun 1991. Kini, banyak dokter dan praktisi kesehatan di seluruh dunia yang mulai beralih ke metode ini karena pendekatannya yang lebih mendalam dan berbasis ilmu pengetahuan.

Beberapa tokoh besar dalam dunia Functional Medicine meliputi:

  • Dr. Mark Hyman, dokter yang dikenal luas karena bukunya The UltraMind Solution dan Food Fix.
  • Dr. Terry Wahls, yang mengembangkan The Wahls Protocol untuk menangani penyakit autoimun, terutama multiple sclerosis.
  • Dr. Dale Bredesen, yang fokus pada pendekatan Functional Medicine untuk menangani Alzheimer.

Dengan berkembangnya Functional Medicine, semakin jelas bahwa kesehatan tidak hanya tentang mengobati penyakit, tetapi memahami kenapa penyakit itu muncul sejak awal.

Conventional vs. Functional Medicine: Bedanya di Mana?

Conventional Medicine (pengobatan konvensional) biasanya berfokus pada menghilangkan gejala. Sakit kepala? Dikasih obat pereda nyeri. Asam lambung naik? Dikasih obat penurun asam. Nyeri sendi? Dikasih antiinflamasi. Pendekatan ini bisa efektif dalam jangka pendek, tapi sering kali mengabaikan akar masalahnya.

Sementara itu, Functional Medicine melihat tubuh sebagai sistem yang saling terhubung. Alih-alih hanya mengobati gejala, pendekatan ini mencari tahu kenapa suatu penyakit muncul. Apakah karena inflamasi kronis? Gangguan hormon? Ketidakseimbangan struktur tubuh? Paparan zat toksik? Intinya, Functional Medicine menggali lebih dalam ke penyebab utama penyakit.

Structural Imbalances: Akar Penyebab Nyeri yang Sering Terlupakan

Salah satu akar masalah yang sering diabaikan adalah Structural Imbalances—ketidakseimbangan struktur tubuh yang bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, terutama nyeri kronis. Bayangkan tubuh seperti bangunan. Kalau fondasinya miring, atapnya pasti ikut bermasalah. Sama halnya dengan tubuh kita. Jika struktur tubuh tidak sejajar, efeknya bisa terasa di mana-mana:

  • Sakit punggung yang nggak hilang-hilang
  • Sakit kepala tegang yang sering kambuh
  • Cedera otot dan sendi yang berulang
  • Nyeri lutut atau kaki meski tidak ada riwayat trauma

Kebanyakan terapi hanya berfokus pada menghilangkan nyeri sementara, tanpa memperbaiki fondasi tubuh. Inilah kenapa banyak orang mengalami relapse—nyeri hilang sebentar, lalu datang lagi.

FASCIA Hack & QULBI Habits: Solusi untuk Meretas Structural Imbalances

Di sinilah peran FASCIA Hack dan QULBI Habits sebagai pendekatan holistik dalam menangani Structural Imbalances.

1. FASCIA Hack adalah teknik terapi inovatif yang mengintegrasikan Balancing, Touching, dan Moving.

  • Balancing: Memperbaiki struktur tubuh dengan teknik puntir balik atau PAZ Biomekanik agar kembali sejajar.
  • Touching: Mengurai ketegangan fasia menggunakan metode seperti pijat myofascial release, akupresur, dry needling, cupping, dll.
  • Moving: Memberikan gerakan aktivitas harian atau olahraga korektif untuk mempertahankan keseimbangan yang telah diperbaiki.

2. QULBI Habits adalah pendekatan menyeluruh yang tidak hanya menangani tubuh secara fisik, tapi juga kebiasaan hidup sehat secara holistik.

  • Input Habits: Kebiasaan yang mempengaruhi tubuh dari dalam, seperti pola makan (Eating), hubungan dengan Tuhan dan sesama (Connecting), dan kebiasaan berpikir yang sehat (Thinking) serta terapi lintah yang memberikan zat hirudin bagi tubuh (Leeching).

  • System Habits: Di sinilah FASCIA Hack (Balancing, Touching & Moving) berperan dalam menyeimbangkan struktur tubuh.

  • Output Habits: Mencakup kebiasaan untuk detoksifikasi tubuh seperti puasa (Fasting), tidur yang berkualitas (Sleeping), dan terapi bekam (Cupping).

Pendekatan ini memastikan bahwa tubuh bukan hanya pulih dari nyeri, tapi juga mencegahnya datang kembali dengan kebiasaan sehat yang mendukung keseimbangan tubuh.

Kesimpulan: Jangan Hanya Hilangkan Nyeri, Perbaiki Akarnya!

Nyeri bukan sekadar masalah sepele yang cukup diatasi dengan obat. Ada akar masalah yang perlu diperbaiki, terutama jika berkaitan dengan Structural Imbalances. Dengan memahami tubuh secara holistik melalui Functional Medicine, kita bisa melihat gambaran besar dan memberikan solusi yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Dengan FASCIA Hack dan QULBI Habits, nyeri bisa diringankan, struktur tubuh diperbaiki, dan kesehatan secara keseluruhan bisa ditingkatkan. Jadi, daripada terus-terusan menambal masalah di permukaan, kenapa nggak langsung atasi akarnya?

Referensi :

  • The Institute for Functional Medicine (IFM) – www.ifm.org
  • Dr. Jeffrey Bland – The Disease Delusion (2014)
  • Dr. Mark Hyman – Food Fix (2020)
  • Dr. Terry Wahls – The Wahls Protocol (2014)
  • Dr. Dale Bredesen – The End of Alzheimer’s (2017)
  • Schleip, R. – Fascial Fitness (2012)
  • Myers, T. – Anatomy Trains (2001)
  • Syaifullah, E. (2025). QULBI Method: Solusi Nyeri Holistik.
  • Griya Sehat QULBI www.qulbi.com

0Shares

Griya Sehat QULBI

Spesialis Terapi Nyeri Bekasi

Tinggalkan Balasan