Terapi Dry Cupping Fascia QULBI WA. 085692689993 – Pernah kepikiran nggak kak, kenapa atlet dunia kayak Michael Phelps badannya penuh bekas bulat-bulat gelap, tapi justru performanya makin gila? Masa iya atlet sekelas itu pakai terapi “asal-asalan”? 🤔
Nah, dari sinilah cerita Myofascial Decompression (MFD) dimulai.
—
Bab 1. Apa Itu Myofascial Decompression (MFD)?
Myofascial Decompression adalah teknik terapi modern yang menggunakan tekanan negatif (vacuum) untuk memengaruhi fascia dan jaringan lunak, dengan tujuan utama memulihkan fungsi, bukan sekadar menghilangkan rasa sakit.
Fascia bisa dibayangkan seperti jaring elastis yang membungkus otot, saraf, dan organ. Saat sehat, dia lentur dan licin. Tapi saat jarang digerakkan, stres, atau trauma, fascia bisa:
- lengket,
- kering,
- dan kehilangan kemampuan geser.
Akibatnya? Gerak terasa berat, nyeri muncul tanpa sebab jelas, dan tubuh seperti “ketarik dari dalam”.
MFD hadir bukan untuk memaksa, tapi membantu jaringan melepaskan diri sendiri.
—
Bab 2. Perbedaan MFD dengan Bekam Tradisional
Bekam tradisional berangkat dari pendekatan empiris dan budaya. Fokusnya pada stagnasi, sumbatan, atau “kotoran” yang harus dikeluarkan. Karena itu, bekam sering dilakukan statis, dititikkan pada lokasi tertentu, lalu ditunggu beberapa menit.
MFD berbeda sejak cara berpikirnya.
Pendekatannya bukan “apa yang harus dikeluarkan”, tapi apa yang harus dikembalikan fungsinya.
Kalau bekam tradisional seperti membersihkan selokan yang mampet,
MFD lebih seperti melonggarkan jaket yang terlalu ketat agar tubuh bisa bernapas dan bergerak bebas lagi.
Dalam MFD, cup hampir selalu dikombinasikan dengan gerakan terkontrol. Bukan karena gaya-gayaan, tapi karena fascia memang diciptakan untuk bergerak.
—
Bab 3. Cupping Dinamis: Jantungnya MFD
Cupping dinamis adalah inti dari MFD.
Cup dipasang → lalu tubuh diajak bergerak pelan.
Bukan gerakan keras, bukan dipaksa, tapi gerakan yang aman untuk sistem saraf.
Contohnya:
- pelvic tilt ringan,
- hip hinge pelan,
- spinal movement terkontrol.
Kenapa harus bergerak?
Karena fascia dilepas lebih efektif saat dia diajak kerja, bukan saat didiamkan.
Ibarat permen karet yang nempel di tangan — lebih mudah dilepas saat ditarik sambil digerakkan, bukan?
Contoh:
- Cup dipasang di lumbar
- Pasien diminta hip hinge pelan
- Atau pelvic tilt
- Atau sliding nerve-friendly movement
Hasilnya?
- Adhesi “kebuka”
- Propriosepsi naik
- Otak dapat input aman
—
Bab 4. Mekanisme Ilmiah di Balik MFD
Secara ilmiah, MFD bekerja melalui beberapa mekanisme penting:
- Shear force antar lapisan fascia
Tekanan negatif membantu memisahkan lapisan jaringan yang lengket. - Perbaikan hidrasi jaringan
Pergerakan cairan interstisial meningkat, membuat fascia kembali “basah” dan lentur. - Mechanotransduction
Sel fascia merespons rangsangan mekanik dengan perubahan fungsi dan struktur. - Neuromodulasi nyeri
Input mekanik yang aman menenangkan sistem saraf, sehingga persepsi nyeri menurun.
Makanya sering kejadian: “Belum diapain lama, kok enteng ya?”
Itu bukan sugesti.
Itu tubuh yang akhirnya merasa aman.
—
Bab 5. Kenapa Atlet Dunia Pakai MFD?
Michael Phelps dan atlet elit lainnya pakai MFD karena:
- mempercepat recovery,
- meningkatkan range of motion,
- mengurangi risiko cedera,
- tanpa merusak jaringan.
Buat atlet, tubuh itu aset.
Kalau ada terapi yang bikin performa turun, pasti langsung ditinggal.
Faktanya? MFD justru jadi rutinitas.
—
Bab 6. Contoh Kasus Klinis
LBP Non-Spesifik
Pendekatan MFD difokuskan pada:
- thoracolumbar fascia,
- quadratus lumborum,
- gluteal fascia.
Dikombinasikan dengan gerakan pelvis ringan.
Hasil yang sering muncul: rasa lega, pinggang lebih ringan, dan gerak lebih percaya diri.
LBP dengan Sciatica
Pendekatan harus lebih cerdas.
Bukan langsung “ngejar saraf”, tapi:
- melepaskan fascia gluteal,
- hamstring proximal,
- koneksi thoracolumbar.
Saraf itu sensitif.
Kalau dipaksa, dia melawan.
Kalau diajak pelan, dia nurut.
—
Bab 7. Posisi MFD dalam FASCIA Hack & QULBI Method
Dalam FASCIA Hack, MFD masuk sebagai modalitas Touching:
- setelah Balancing,
- sebelum Moving.
Kenapa urutannya begitu? Karena:
dilepas dulu → baru diajari bergerak → baru dijadikan kebiasaan.
Tanpa itu, jaringan yang sudah lepas bisa nempel lagi.
Makanya di QULBI Method, MFD bukan terapi tunggal, tapi bagian dari sistem kebiasaan sehat.
—
Penutup
MFD bukan pengganti bekam sunnah.
Bukan pula lawan bekam klasik.
MFD hanyalah alat, tapi alat yang lahir dari pemahaman fascia modern.
Kalau dipakai dengan niat yang benar dan ilmu yang cukup, MFD bisa menjadi jembatan antara terapi tradisional dan sains modern.
Sekarang pertanyaannya tinggal satu:
👉 mau sekadar menempel cup,
atau mau mengajak tubuh berubah dari dalam? Yuk Terapi Dry Cupping Fascia QULBI
—
Referensi :
- Markowski, A., Sanford, S., Pikowski, J.
A Pilot Study Analyzing the Effects of Cupping Therapy on Range of Motion in College Athletes.
Journal of Sport Rehabilitation, 2014.
→ Bukti peningkatan ROM tanpa penurunan performa; sangat relevan dengan MFD di olahraga. - Kim, J. I., Lee, M. S., Lee, D. H., Boddy, K., Ernst, E.
Cupping for treating pain: A systematic review.
Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, 2011.
→ Review bekam kering (dry cupping) dalam konteks nyeri muskuloskeletal modern. - Kim, T. H., Kang, J. W., Kim, K. H., et al.
Cupping therapy for musculoskeletal pain: A randomized controlled trial.
Journal of Physical Therapy Science, 2017.
→ Studi RCT, aplikasi bekam kering tanpa sayatan, relevan dengan praktik MFD klinis. - McConnell, J., Donnelly, C., et al.
The use of myofascial decompression cupping therapy for musculoskeletal pain.
Journal of Bodywork and Movement Therapies, 2016.
→ Salah satu artikel yang secara eksplisit menyebut istilah Myofascial Decompression. - Tham, L. M., Lee, H. P., Lu, C.
Cupping: From a biomechanical perspective.
Journal of Biomechanics, 2006.
→ Menjelaskan efek tekanan negatif terhadap jaringan lunak & fascia (dasar mekanik MFD). - Schleip, R., Findley, T. W., Chaitow, L., Huijing, P. A.
Fascia: The Tensional Network of the Human Body.
Elsevier, 2012.
→ Fondasi konsep tensional integrity & respons fascia terhadap tekanan mekanik. - Stecco, C.
Functional Atlas of the Human Fascial System.
Elsevier, 2015.
→ Referensi anatomi fascia yang sering dipakai praktisi MFD & manual therapy. - Langevin, H. M., et al.
Biomechanical response of fascia to mechanical stimulation.
Journal of Applied Physiology, 2001.
→ Dasar ilmiah kenapa tekanan mekanik (termasuk MFD) memengaruhi nyeri & fungsi. - Ajimsha, M. S., Al-Mudahka, N. R., Al-Madzhar, J. A.
Effectiveness of myofascial release in treatment of chronic low back pain.
Journal of Bodywork and Movement Therapies, 2015.
→ Walau bukan cupping, menjadi pembanding ilmiah untuk pelepasan fascia. - Brukner, P., Khan, K.
Clinical Sports Medicine.
McGraw-Hill Education.
→ Buku teks kedokteran olahraga; cupping dry & MFD diposisikan sebagai adjunct therapy. - Levy, A., et al.
Cupping therapy as a treatment for myofascial pain syndrome.
American Journal of Physical Medicine & Rehabilitation.
→ Pendekatan Barat terhadap bekam kering sebagai terapi nyeri miofasial. - Syaifullah, E. (2025). QULBI Method: Solusi Nyeri Holistik. Griya Sehat QULBI.
www.qulbi.com
