Terapi Tensional Imbalance QULBI WA : 085692689993 – Pernah gak, badan rasanya selalu tegang, padahal:
- gak habis kerja berat
- gak jatuh atau kecelakaan
- bahkan sudah dipijat, tapi balik lagi
Kalau pernah, mungkin masalahnya bukan di otot,
dan juga bukan satu kejadian besar.
Bisa jadi, tubuh sedang mengalami tensional imbalance; ketidakstabilan tegangan tubuh
—
Tubuh Itu Pintar, Tapi Bisa Kelelahan
Tubuh manusia bukan benda mati.
Ia adaptif, cerdas, dan selalu berusaha melindungi diri.
Setiap kali ada stres—fisik, postural, atau emosional—tubuh akan berkata:
“Oke, aku atur ya, yang penting kamu masih bisa jalan.”
Masalahnya, adaptasi ini sering terjadi diam-diam,
pelan, berulang, dan bertahun-tahun.
Ibarat karet gelang:
- ditarik sedikit → masih aman
- ditarik lama → capek
- ditarik beda arah → kusut
Nah, tensional imbalance itu fase “kusut”-nya.
—
Apa Itu Tensional Imbalance?
Secara sederhana,
tensional imbalance adalah kondisi ketika sistem tegangan tubuh tidak terbagi merata.
Bukan cuma satu otot tegang,
tapi arah tarikan jaringan saling menarik tidak seimbang.
Yang menarik:
Perubahan tensi selalu terjadi lebih dulu
sebelum postur berubah
sebelum struktur tampak bermasalah
Makanya banyak orang berkata:
“Rontgen saya normal, tapi kok sakit?”
Karena yang bermasalah belum struktur,
tapi sistem tensionalnya.
—
Pemicu Tensional Imbalance: Percikan Kecil yang Diabaikan
1️⃣ Trauma Fisik (Besar atau Sepele)
- Jatuh terduduk.
- Terpeleset.
- Salah angkat galon.
- Kecelakaan ringan.
Sering terdengar:
“Itu kan kejadiannya sudah lama.”
Justru itu poinnya.
Luka bisa sembuh,
tapi tubuh mengingat arah tarikan untuk bertahan.
Pelvis mengunci.
Pinggang kaku.
Satu sisi jadi lebih “dipercaya”.
—
2️⃣ Gerakan Repetitif Satu Arah
Inilah ciri khas manusia modern 😅
- duduk lama sambil miring
- mouse selalu satu tangan
- nyetir jauh
- pegang HP satu sisi
- olahraga satu sisi seperti badminton, golf, dsb (amatiran)
Tubuh belajar:
“Oh, ini yang sering dipakai. Anggap normal ya.”
Padahal itu normal palsu—
normal karena sering, bukan karena seimbang.
—
3️⃣ Postur Bertahan (Defensive Posture)
Saat pernah:
- nyeri
- cedera
- trauma jatuh
- takut sakit kambuh
Tubuh bikin strategi bertahan:
- bahu naik
- leher maju
- pinggang kaku
- tumpuan berat ke satu kaki
Postur ini menyelamatkan jangka pendek,
tapi mengacaukan distribusi tensi jangka panjang.
—
4️⃣ Pola Napas Dangkal & Asimetris
Ini sering diremehkan, padahal krusial.
Napas dada dominan.
Diafragma jarang turun.
Napas terasa berat di satu sisi.
Padahal: 👉 napas adalah pompa tensi alami tubuh
Kalau napas pincang:
- fascia toraks tegang
- pelvis ikut tertarik
- leher & rahang kebagian beban
Napas itu seperti dirigen orkestra.
Dirigennya tegang, musiknya kacau.
—
5️⃣ Stres Emosional & Mental
Tubuh dan pikiran tidak terpisah.
Stres lama bisa muncul sebagai:
- rahang mengunci
- bahu naik
- perut tegang
- napas tertahan
Ini bukan lebay.
Ini neurofascia.
Tubuh sedang berkata:
“Aku lagi gak aman.”
Dan saat rasa aman hilang,
tegangan naik otomatis.
—
6️⃣ Kurang Variasi Gerak (Sedentary Life)
Tubuh dirancang untuk berpindah-pindah gaya.
Kalau:
- duduk lama
- jarang jalan
- gerakannya itu-itu saja
Fascia jadi:
- lengket
- kurang elastis
- tegang lokal tapi lemah global
Ibarat engsel pintu:
jarang dibuka → berdecit.
—
7️⃣ Koreksi Struktural Tanpa Regulasi Tensi
Seperti : Brace, insole, taping, koreksi paksa.
Kalau langsung “dipaksa lurus”
tanpa mengajak tensi beradaptasi…
Tubuh bisa:
- patuh di luar
- melawan di dalam
Akhirnya:
- alat dilepas → balik
- atau masalah pindah ke tempat lain
—
Pola Besarnya Sederhana
👉 Stres mekanik + waktu + repetisi
👉 tanpa pemulihan tensional
👉 = tensional imbalance
Masalahnya, tensional imbalance:
- jarang terlihat
- tapi sangat dirasakan
dan jadi akar banyak nyeri “misterius”
—
Area Kunci Tensional Imbalance (QULBI Map)
Hampir semua kasus berputar di 5 gerbang utama:
1️⃣ Pelvis (panggul) – pusat adaptasi
2️⃣ Diafragma – pengatur ritme napas & emosi
3️⃣ Thoracolumbar fascia – penghantar gaya
4️⃣ Leher & rahang – alarm stres
5️⃣ Kaki – sistem grounding
Kalau satu bekerja sendirian,
yang lain pasti kebagian beban.
—
Checklist Sederhana Tensional Imbalance
Coba cek jujur:
- sering berdiri berat di satu kaki
- duduk lebih nyaman miring
- napas terasa pendek
- rahang atau bahu sering tegang
- nyeri pindah-pindah
- habis istirahat masih capek
Kalau 3–4 jawabannya “iya”,
besar kemungkinan ada tensional imbalance.
—
Kenapa FASCIA Hack Fokus ke Ini?
Karena FASCIA Hack tidak bertanya:
“Bagian mana yang bengkok?”
Tapi:
“Tarikan mana yang belum selesai?”
Tujuannya bukan memaksa lurus,
tapi membagi ulang beban,
menurunkan alarm,
dan mengajak tubuh kembali merasa aman.
—
Penutup Khas QULBI
Tensional imbalance bukan tanda tubuh rusak,
melainkan tanda tubuh terlalu lama beradaptasi sendirian.
Saat tegangannya dirapikan:
- postur akan mengikuti
- struktur akan menyesuaikan
- pemulihan terjadi alami
Karena tubuh tidak butuh dipaksa,
cukup dibantu mengingat cara seimbangnya kembali 🌱 Yuk Terapi Tensional Imbalance di QULBI
—
Referensi :
- Dewi, N. P., Vani, A. T., & Amelia, R. (2025). Peran fascia dalam integrasi struktural tubuh. Scientific Journal: SCENA.
- Scoping review of myofascial pain/fibromyalgia syndrome (2025). PMC.
- Kodama, Y. et al. (2023). Response to mechanical properties and physiological challenges of fascia. Bioengineering (Basel).
- Tensegrity and myofascial force transmission concepts, JCMAH.
- Schleip, R. – Active fascial contractility and fascia research.
- Myofascial system and tension transmission (2025). PubMed.
- Syaifullah, E. (2025). QULBI Method: Solusi Nyeri Holistik. Griya Sehat QULBI.
www.qulbi.com
