Sistem Sirkulasi Pada Manusia – Coba perhatikan gambar yang sering beredar ini. Isinya daftar keluhan yang sangat familiar:
- Tangan dan kaki dingin
- Kesemutan dan kebas
- Mudah lelah, badan terasa berat
- Otak terasa berkabut (brain fog)
- Luka lama sembuh
- Detak jantung tidak nyaman
- Pencernaan lambat
Sebagian besar orang langsung menyimpulkan:
“Oh, ini masalah sirkulasi darah.”
Nggak salah… tapi belum lengkap.
Karena pertanyaan yang jarang diajukan adalah: Kenapa sirkulasinya bisa terganggu?
Apa yang bikin alirannya jadi tidak lancar?
Di sinilah QULBI mengambil posisi yang berbeda.
—
Sirkulasi Itu Efek, Bukan Akar Masalah
Dalam QULBI Habits, khususnya pada System, fokus utamanya bukan sirkulasi, tapi tegangan tubuh.
Bayangkan tubuh seperti tenda besar.
- Tegangan tali-tali tenda = tegangan fascia & struktur tubuh
- Ruang di dalam tenda = jalur cairan dan organ
Kalau tali-tali tenda:
- ketarik tidak seimbang
- ada yang terlalu kencang
- ada yang mengendur
maka bentuk tenda berubah.
Akibatnya?
ruang di dalam menyempit
jalur aliran terganggu
sirkulasi jadi korban pertama
Jadi masalah utamanya bukan aliran, tapi setelan tegangannya.
“Berbagai penelitian menunjukkan bahwa keseimbangan tegangan jaringan (tensional integrity) berperan fundamental dalam kesehatan manusia. Gangguan sirkulasi sering kali merupakan konsekuensi dari ketidakseimbangan mekanik fascia dan struktur tubuh, bukan penyebab utamanya.”
—
Cairan Tubuh Itu Banyak, Bukan Cuma Darah
Saat bicara sirkulasi, kebanyakan orang cuma mikir darah.
Padahal tubuh manusia dipenuhi berbagai cairan kehidupan, antara lain:
- Darah
- Cairan getah bening
- Cairan otak dan saraf (CSF)
- Cairan sendi
- Dan yang paling besar volumenya: cairan interstisial
Semua cairan ini mengalir di dalam dan di antara jaringan, dan sangat bergantung pada kondisi mekanik tubuh.
Kalau tegangannya kacau, cairan-cairan ini tidak bisa bergerak bebas.
—
Interstitium: Ruang Cairan yang Paling Sering Dilupakan
Interstitium adalah ruang antar sel yang dipenuhi cairan.
Jumlahnya sangat besar dan tersebar hampir di seluruh tubuh, terutama di fascia.
Di sinilah:
- nutrisi berpindah
- sisa metabolisme dibuang
- sel imun berpatroli
- proses penyembuhan terjadi
Masalahnya, interstitium sangat sensitif terhadap tekanan dan tarikan.
Saat fascia:
- memendek
- mengeras
- saling lengket
- tertarik tidak seimbang
maka ruang interstitium:
- menyempit
- terjepit
- stagnan
Akibat lanjutannya:
cairan melambat
inflamasi mudah menetap
nyeri kronis muncul
fungsi organ ikut menurun
Sekali lagi, bukan karena cairannya bermasalah, tapi karena ruangnya dikunci oleh tegangan.
—
System QULBI: Mengembalikan Keseimbangan Tegangan Tubuh
Di sinilah System Habits QULBI yang kami sebut FASCIA Hack bekerja.
System QULBI tidak mengejar aliran, tapi:
- mengembalikan tensional integrity
- menormalkan arah dan distribusi tegangan tubuh
- membuka kembali ruang antar jaringan
Karena ketika tegangan seimbang:
ruang terbuka
cairan mengalir alami
tubuh masuk mode self-healing
—
FASCIA Hack: Bukan Terapi Sirkulasi, Tapi Terapi Tegangan
FASCIA Hack bukan teknik “melancarkan darah”.
FASCIA Hack adalah pendekatan sistemik untuk membenahi tegangan tubuh melalui:
- Balancing → menyelaraskan struktur & arah tegangan
- Touching → melepaskan jeratan tegangan pada fascia
- Moving → menjaga distribusi tegangan tetap harmonis
Sirkulasi cairan tubuh—darah, cairan getah bening, cairan interstisial—
akan membaik sebagai efek alami, bukan karena dipaksa.
—
Kenapa Input & Output Habits Saja Tidak Cukup
Makan sehat, minum herbal, detoks, puasa—semua itu baik.
Tapi kalau:
- struktur tubuh masih ketarik
- fascia masih mengunci ruang
- tegangan belum beres
maka hasilnya sering:
“Sudah usaha banyak, tapi kok hasilnya segitu-gitu aja?”
Ibarat menyiram sawah dengan pupuk terbaik,
tapi saluran irigasinya ketarik dan penyok.
—
Penutup: Luruskan Cara Pandang Kita
Gejala sirkulasi itu nyata.
Tapi akar masalahnya sering berada lebih dalam, di level tegangan tubuh.
Di QULBI,
kami tidak memulai dari aliran,
tapi dari tegangan.
Karena saat tegangan kembali seimbang,
kehidupan akan mengalir dengan sendirinya.
Referensi:
1. Fascia & Tensional Integrity
- Schleip, R., Findley, T., Chaitow, L., Huijing, P. (2012)
Fascial Plasticity – A New Neurobiological Explanation.
Journal of Bodywork and Movement Therapies.
➜ Menjelaskan bahwa fascia adalah jaringan aktif penentu distribusi tegangan tubuh, bukan sekadar pembungkus otot. - Ingber, D. (2003)
Tensegrity I: Cell Structure and Hierarchical Systems Biology.
Journal of Cell Science.
➜ Konsep biotensegrity: fungsi biologis ditentukan oleh keseimbangan tegangan, dari sel hingga tubuh utuh.
2. Tegangan Fascia, Nyeri, dan Disfungsi
- Langevin, H.M. et al. (2006)
Connective Tissue: A Body-Wide Signaling Network?
Medical Hypotheses.
➜ Gangguan mekanik fascia memengaruhi nyeri, inflamasi, dan sinyal biologis, bukan hanya struktur lokal. - Stecco, C. et al. (2014)
Fascial Components of the Myofascial Pain Syndrome.
Current Pain and Headache Reports.
➜ Ketegangan dan densifikasi fascia berkaitan erat dengan nyeri kronis dan keterbatasan gerak.
3. Interstitium & Cairan Antar Jaringan
- Benias, P.C. et al. (2018)
Structure and Distribution of an Unrecognized Interstitium in Human Tissues.
Scientific Reports.
➜ Mengidentifikasi interstitium sebagai ruang cairan luas yang sangat dipengaruhi oleh tekanan dan struktur jaringan. - Oschman, J. (2015)
Energy Medicine: The Scientific Basis.
➜ Menjelaskan hubungan antara fascia, cairan interstisial, tegangan mekanik, dan regulasi sistem tubuh.
4. Tegangan Mekanik & Sirkulasi sebagai Efek
- Pavan, P.G. et al. (2014)
Mechanical Properties of Human Fascia.
Journal of Biomechanics.
➜ Perubahan sifat mekanik fascia memengaruhi ruang jaringan dan pergerakan cairan, termasuk darah dan getah bening. - Földi, M. et al. (2012)
Földi’s Textbook of Lymphology.
➜ Aliran cairan getah bening sangat bergantung pada kondisi mekanik jaringan sekitar, bukan hanya pompa jantung.
5. Manual Therapy & Normalisasi Tegangan
- Wilke, J. et al. (2019)
Fascial Manipulation and Pain – Current Knowledge.
Journal of Pain Research.
➜ Terapi berbasis fascia bekerja dengan menormalkan tegangan jaringan, yang kemudian diikuti perbaikan sirkulasi dan fungsi. - Syaifullah, E. QULBI Method: Solusi Nyeri Holistik 2025, Website Griya Sehat QULBI – www.qulbi.com
