Spesialis Terapi Nyeri Bekasi QULBI WA. 085692689993 – Pernah nggak sih lihat orang yang katanya hidupnya sehat—makan dijaga, olahraga rutin, tidur cukup—tapi kok nyerinya nggak pergi-pergi?
Bahkan ada yang makin rajin terapi, makin sering dipijat, makin sering olahraga, tapi tubuhnya justru makin rewel.
Di sinilah banyak orang kelelahan mencari jawaban.
Karena selama ini, pendekatan kesehatan terlalu sibuk memadamkan nyeri,
tapi lupa bertanya:
apa yang sebenarnya tidak seimbang di tubuh ini?
—
Tubuh Bukan Mesin, Tapi Sistem Tegangan
Tubuh manusia bukan kumpulan komponen lepas seperti mesin mobil.
Tubuh adalah jaringan hidup yang saling terhubung, saling tarik-menarik, dan saling menahan.
Dalam konsep Biotensegrity (Dr Stephen Levin, 1970), tubuh berdiri bukan karena tulang “menopang” segalanya,
tapi karena tegangan jaringan ikat (fascia) yang terdistribusi dengan baik.
Bayangkan tenda:
- Tiangnya = tulang
- Talinya = fascia
Kalau tali-tali tegangannya seimbang, tenda berdiri kokoh.
Tapi kalau satu tali ketarik berlebihan, yang lain kendur,
maka tenda miring—walau tiangnya masih utuh.
Nyeri adalah tanda bahwa “tenda tubuh” sedang miring.
—
Fascia: Jaringan yang Sering Dilupakan
Fascia adalah jaringan ikat yang:
- membungkus otot, tulang, saraf, dan organ
- menghubungkan kepala sampai kaki tanpa putus
- menjadi jalur utama transmisi gaya, tekanan, dan informasi mekanik
Ketika fascia:
- kaku
- penuh adhesi
- tertarik terus-menerus karena postur buruk, duduk lama, trauma, atau stres
maka tegangan tubuh menjadi tidak stabil.
Dan dari sinilah:
- nyeri muncul
- gerak jadi terbatas
- sirkulasi mikro terganggu
- fungsi jaringan ikut menurun
Masalahnya, fascia tidak sembuh hanya dengan obat.
Ia butuh pendekatan mekanik yang tepat.
—
Nyeri Bukan Masalah Lokal, Tapi Masalah Tegangan
Dalam tubuh, nyeri sering kali bukan soal di mana sakitnya,
melainkan di mana tegangan tubuhnya rusak.
Selama Keseimbangan tegangan tubuh (tensional integrity) terganggu:
- postur jadi kompensasi,
- gerak jadi boros energi,
- dan nyeri akan terus mencari “jalan keluar”.
Makanya, walau sudah dipijat, disuntik, atau minum obat, nyeri sering balik lagi.
Bukan karena terapinya salah, tapi karena akar tegangannya belum dipulihkan.
Masalah Pendekatan Terapi Fascia Selama Ini
Selama ini, terapi fascia berkembang parsial:
- ada yang fokus sentuhan saja (touching),
- ada yang hanya latihan gerak (moving),
- bahkan ada yang menggabungkan keduanya.
Tapi sering lupa satu hal krusial: keseimbangan struktur dan distribusi tegangan tubuh (balancing).
Padahal, tanpa balancing:
- sentuhan hanya jadi sementara,
- latihan justru bisa memperparah ketimpangan,
- dan nyeri hanya pindah tempat, bukan benar-benar selesai.
—
FASCIA Hack: Hack Tension, Relieve Pain
Di sinilah FASCIA Hack hadir.
FASCIA Hack adalah metode terapi fascia lengkap yang dirancang untuk: memulihkan tegangan tubuh terlebih dahulu,
baru kemudian nyeri akan mereda dengan sendirinya.
Bukan mengejar rasa sakit,
tapi mengembalikan sistem tegangan tubuh ke kondisi seimbang.
Melalui tiga prinsip yang saling menguatkan:
BALANCING
Menata ulang fondasi tegangan tubuh
Balancing berfokus pada koreksi distribusi tegangan melalui:
- teknik puntir balik
- penyesuaian struktur tubuh
Tujuannya sederhana tapi krusial:
mengembalikan tubuh ke posisi di mana tegangan bisa terbagi secara adil.
Tanpa Balancing,
Touching hanya bersifat sementara,
Moving justru bisa memperparah ketidakseimbangan.
Ibarat rumah miring,
Balancing itu meluruskan pondasinya dulu.
TOUCHING
Melepaskan simpul-simpul ketegangan fascia melalui :
- Pijat Myofascial Release
- Foam/Ball Rolling
- Akupresur
- TENS
- Dry Needling
- Dry Cupping
- Terapi lintah
Touching bukan sekadar sentuhan,
tapi stimulasi terarah untuk:
- melepaskan adhesi fascia
- menghidupkan kembali elastisitas jaringan
- memulihkan aliran mikro dan respons jaringan
Saat fascia dilepas dengan cara yang tepat,
tubuh sering memberi respon spontan:
napas lebih lega, gerak lebih ringan, nyeri berkurang.
Bukan karena “dipijat keras”,
tapi karena jaringannya akhirnya bisa bernapas.
MOVING
Mengunci hasil terapi lewat gerak yang benar
Tubuh tidak diciptakan untuk diam.
Tapi bergerak asal-asalan sama bahayanya dengan tidak bergerak sama sekali.
Moving dalam FASCIA Hack adalah:
- gerak terintegrasi
- selaras dengan struktur
- menjaga keseimbangan tegangan
Tujuannya bukan mengejar capek,
tapi memastikan tubuh belajar mempertahankan keseimbangannya sendiri.
Di sinilah konsep seperti Jalan JAPAZ dan GymBalance lahir— latihan yang kuat, tapi tetap ramah struktur
Kenapa FASCIA Hack Lebih Lengkap?
Beberapa terapi yang ada saat ini mungkin hanya fokus pada satu atau dua elemen dari solusi fascia. Namun, FASCIA Hack memperkenalkan pendekatan yang lebih komprehensif, di mana ketiga elemen—Balancing, Touching, dan Moving—harus saling mendukung untuk hasil yang optimal. Alhamdulillah !
—
Prinsip-prinsip FASCIA Hack yang Harus Saling Mendukung
Prinsip FASCIA Hack ialah memadukan tiga elemen penting Balancing (perbaikan postur), Touching (mengurai ketegangan fascia), dan Moving (gerakan yang benar). Tidak terpisah satu atau dua elemen saja tapi ketiga elemennya harus terpadu bekerja bersama untuk memberikan solusi yang lebih lengkap dan efektif untuk mengatasi masalah fascia. Jika elemennya tidak lengkap biasanya akan terjadi sbb:
1. Moving Tanpa Balancing = Postur Makin Error
Gerakan tanpa memperbaiki postur tubuh hanya akan memperburuk masalah. Postur tubuh yang salah akan mengganggu setiap gerakan yang dilakukan, berisiko menambah ketegangan pada fascia. Contoh: Seorang berolahraga Gym (Moving) tapi postur tubuh masih Imbalances maka akan berpotensi cedera.
2. Balancing Tanpa Touching = Kadang Belum Tuntas
Memperbaiki postur tubuh tanpa mengatasi ketegangan pada fascia kadang hanya memberikan perbaikan sebagian atau belum tuntas. Meskipun postur tubuh sudah lebih baik, ketegangan pada fascia akan tetap menghambat kelancaran gerakan. Contoh: Seorang telah diterapi Balancing, biidznillah keluhan langsung hilang, tapi kadang keluhan masih tersisa karena perlengketan (adhesions) fascianya cukup tebal dan banyak akibat penyimpangan posturnya yang sudah terlalu lama maka perlu ‘Touching’ untuk membantu stimulus fascianya agar tuntas keluhannya.
3. Touching Tanpa Keduanya = Kelegaan Sementara
Mengurai ketegangan pada fascia tanpa memperbaiki postur dan mengajarkan gerakan yang benar hanya memberikan kelegaan sementara. Masalah fascia bisa kembali muncul jika tidak ada keseimbangan tubuh dan pola gerakan yang tepat. Contoh: Seorang memiliki keluhan saraf kejepit lalu diterapi dengan pijat atau myofascial release dan keluhan saat itu membaik tapi karena postur imbalancesnya belum di-Balancing ditambah masih berolahraga Gym (Moving tanpa kaidah Balancing) maka keluhannya akan kembali lagi seiring waktu.
—
Terapi Fascia Populer yang Hanya Fokus pada Touching dan Moving
Berikut ini adalah contoh beberapa terapi fascia populer di dunia yang banyak digunakan, namun hanya fokus pada Touching, Moving, atau keduanya, tanpa menyentuh aspek Balancing:
Anatomy Trains
Anatomy Trains adalah pendekatan yang memetakan hubungan fascia di seluruh tubuh dalam jalur-jalur linier yang disebut sebagai “train lines” (jalur anatomi). Terapi ini fokus pada Touching dan Moving, dengan teknik-teknik seperti stretching, myofascial release, dan manipulative therapy untuk mengatasi ketegangan pada jalur fascia yang saling terhubung. Meskipun efektif dalam meredakan ketegangan, Anatomy Trains lebih mengutamakan pemulihan pada jaringan fascia tertentu dan kurang memperhatikan keseimbangan postur tubuh secara menyeluruh.
Fascial Manipulation
Fascial Manipulation adalah metode yang menggabungkan prinsip-prinsip anatomi dan fisiologi fascia untuk menganalisis pola ketegangan fascia di tubuh. Terapi ini menggunakan teknik-teknik manipulasi khusus pada titik-titik tertentu di fascia, yang berfokus pada Touching dan terkadang Moving, namun tidak secara eksplisit menangani postur tubuh yang salah. Meskipun banyak pasien yang merasakan perbaikan, Fascial Manipulation belum memperbaiki keseimbangan postur tubuh yang menjadi akar masalah banyak kondisi fascia.
Myofascial Release (MFR)
Teknik ini fokus pada Touching, yaitu penguraian ketegangan pada fascia melalui pijat dengan tekanan lembut dan pemanjangan jaringan. MFR bertujuan untuk melepas adhesi pada fascia yang dapat menyebabkan nyeri atau pembatasan gerakan. Namun, MFR tidak memperbaiki postur tubuh atau mengajarkan gerakan yang benar, yang berarti terapi ini belum menangani masalah yang lebih mendalam pada struktur tubuh.
—
FASCIA Hack di Bawah Payung QULBI Method
FASCIA Hack sendiri merupakan salah satu elemen terapi dalam QULBI Method, sebuah metode penyembuhan nyeri holistik yang dikembangkan di Griya Sehat QULBI. Selain FASCIA Hack, ada dua elemen lain dalam QULBI Method:
- QULBI Check-Up: metode assessment tubuh secara holistik dan terstruktur. Silahkan cek disini: QULBI Chek Up
- QULBI Habits: program pembentukan kebiasaan sehat harian berbasis konsep keseimbangan tubuh dan root-cause healing. Silahkan cek disini: QULBI Habits
QULBI Method ini pertama kali disusun oleh Endy Syaifullah, S.Pd sebagai pemegang Hak Kekayaan Intelektual. Metode ini telah dalam proses pendaftaran merek & hak cipta di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DGIP) Kemenkumham RI. Jadi, bukan sekadar metode terapi biasa — tapi karya ilmiah yang terstruktur dan diakui secara hukum, khususnya dari sisi penamaan dan istilah serta integrasi tiga elemen terapi yaitu Balancing, Touching & Moving sesuai prinsip FASCIA Hack; bukan sebagai pemegang hak cipta pada metode terapi yang ada di setiap elemen tersebut.
—
Penutup
Tubuh tidak rusak.
Ia hanya kehilangan keseimbangan.
Dan ketika keseimbangan—terutama tegangan tubuh—dipulihkan,
nyeri bukan lagi pusat cerita,
melainkan tanda bahwa tubuh sedang kembali ke fitrahnya. Yuk kunjungi Spesialis Terapi Nyeri Bekasi QULBI
FASCIA Hack
Hack Balance, Relieve Pain.
Referensi:
- Oschman, J. L. (2000). Energy Medicine: The Scientific Basis. Churchill Livingstone.
- Schleip, R., & Blaskovics, B. (2015). Fascia in Sport and Movement. Elsevier.
- Findley, T. W., & Sultan, D. (2009). Myofascial Pain and Dysfunction: The Trigger Point Manual. Lippincott Williams & Wilkins.
- Stecco, C. (2015). Fascia: The Tensional Network of the Human Body. Elsevier Health Sciences.
- Kumar, D. (2018). Clinical Applications of Neuromuscular Techniques: The Upper Body. Elsevier.
- Syaifullah, E. QULBI Method: Solusi Nyeri Holistik 2025, Website Griya Sehat QULBI – www.qulbi.com
