Manfaat Olahraga – Pagi ini, suasana kajian Riyadhusshalihin terasa berbeda. Di sela pembahasan sesi tanya jawab, Ustadz Nuzul Dzikri Hafidzhahullah menyampaikan sebuah pepatah Arab klasik yang singkat, tapi menghunjam dalam:
تَحَرَّكْ فَإِنَّ فِي الْحَرَكَةِ بَرَكَةٌ
“Bergeraklah, karena dalam gerakan itu ada keberkahan.”
Kalimat ini sederhana. Tidak panjang. Tidak rumit.
Tapi kalau direnungkan, ia seperti kunci yang membuka banyak pintu pemahaman—bukan hanya tentang kehidupan, tapi juga tentang tubuh manusia itu sendiri.
Bukankah menarik? Ulama berbicara tentang gerakan sebagai sumber keberkahan… dan sains modern justru menemukan bahwa tubuh manusia memang “hidup” melalui gerakan.
Ini bukan kebetulan. Ini adalah sunnatullah.
—
Tubuh Manusia Diciptakan untuk Bergerak, Bukan Diam
Coba bayangkan dua hal ini.
Air sungai yang mengalir… dan air kolam yang diam.
Air sungai segar, jernih, dan hidup.
Air kolam yang diam perlahan menjadi keruh.
Apa bedanya?
Gerakan.
Tubuh manusia juga sama.
Tubuh tidak dirancang untuk diam lama. Ia dirancang untuk bergerak. Setiap langkah, setiap perubahan posisi, setiap peregangan kecil—semua itu bukan aktivitas sia-sia. Itu adalah bagian dari sistem pemeliharaan tubuh yang telah Allah desain dengan sempurna.
Di dalam tubuh, ada jaringan yang bernama fascia. Ia bukan sekadar pembungkus, tapi jaringan penghubung yang menyatukan seluruh struktur tubuh menjadi satu kesatuan.
Fascia inilah yang membuat tubuh bekerja sebagai satu sistem utuh, bukan bagian-bagian terpisah.
Dan fascia memiliki satu kebutuhan utama: gerakan.
—
Tensional Integrity: Rahasia Stabilitas Tubuh
Tubuh manusia bekerja dengan prinsip yang disebut tensional integrity, atau keseimbangan tegangan.
Bayangkan sebuah tenda.
Tenda tidak berdiri hanya karena tiangnya, tapi karena keseimbangan tegangan pada kain dan tali-talinya. Jika salah satu sisi terlalu tegang, tenda akan miring. Jika terlalu longgar, tenda akan runtuh.
Tubuh juga sama.
Tulang adalah tiang.
Fascia adalah jaringan penegangnya.
Kesehatan struktur tubuh tidak hanya bergantung pada posisi tulang, tapi pada keseimbangan tegangan fascia di seluruh tubuh.
Gerakan menjaga keseimbangan tegangan ini.
Sebaliknya, diam terlalu lama merusaknya.
—
Apa yang Terjadi Saat Tubuh Terlalu Lama Diam?
Banyak orang mengira kerusakan tubuh terjadi karena cedera besar.
Padahal, lebih sering kerusakan terjadi karena hal sederhana: terlalu lama tidak bergerak.
Duduk berjam-jam.
Jarang berubah posisi.
Minim aktivitas fisik.
Fascia mulai kehilangan elastisitasnya. Jaringan mulai saling melekat. Tegangan menjadi tidak merata.
Tubuh tetap bisa bergerak, tapi dengan kompensasi.
Pelan-pelan muncul:
- rasa kaku
- rasa pegal
- nyeri punggung
- nyeri leher
- bahkan saraf kejepit
Semua ini sering muncul tanpa disadari penyebab awalnya.
Bukan karena satu gerakan yang salah…
tapi karena terlalu lama tidak bergerak.
—
FASCIA Hack: Mengembalikan Keberkahan Gerakan
FASCIA Hack hadir dengan satu tujuan utama: mengembalikan keseimbangan tegangan tubuh melalui gerakan yang benar.
FASCIA Hack terdiri dari tiga elemen:
- Balancing
Mengembalikan arah dan keseimbangan struktur. - Touching
Melepaskan adhesi dan hambatan pada jaringan. - Moving
Mengintegrasikan tubuh melalui gerakan yang benar.
Moving bukan sekadar olahraga. Ia adalah proses menghidupkan kembali sistem fascia.
Gerakan memberikan stimulus yang dibutuhkan fascia untuk memperbaiki dirinya.
Setiap gerakan yang benar membantu tubuh kembali ke desain aslinya.
—
Gerakan Adalah Bahasa Kehidupan Tubuh
Tubuh tidak memahami kata-kata.
Tubuh memahami stimulus.
Dan bahasa utama tubuh adalah gerakan.
Gerakan memberi sinyal pada sel untuk memperbaiki diri. Gerakan menjaga distribusi tegangan tetap seimbang. Gerakan menjaga jaringan tetap sehat.
Tanpa gerakan, tubuh perlahan kehilangan efisiensinya.
Inilah makna mendalam dari pepatah Arab yang disampaikan dalam kajian pagi itu.
“Bergeraklah, karena dalam gerakan ada keberkahan.”
Berkah bukan hanya dalam makna spiritual. Tapi juga dalam makna biologis.
Gerakan menjaga kehidupan.
Gerakan menjaga keseimbangan.
Gerakan menjaga kesehatan.
—
System Habits: Menjadikan Gerakan sebagai Kebiasaan
FASCIA Hack tidak berhenti pada terapi. Ia menjadi bagian dari kebiasaan hidup, atau System Habits.
Karena kesehatan bukan hasil dari satu tindakan besar.
Ia adalah hasil dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.
Tubuh tidak membutuhkan gerakan ekstrem.
Ia membutuhkan gerakan yang benar, rutin, dan seimbang.
- Gerakan yang menjaga tensional integrity.
- Gerakan yang menjaga kehidupan jaringan.
- Gerakan yang mengembalikan tubuh pada fitrahnya.
—
Penutup: Hikmah yang Mendahului Sains
Pepatah Arab klasik itu mungkin disampaikan berabad-abad lalu.
Namun hari ini, sains modern justru membuktikan kebenarannya.
Tubuh memang diciptakan untuk bergerak.
Dan dalam gerakan itu, benar-benar terdapat keberkahan. Inilah salah satu Manfaat Olahraga.
Berkah bagi struktur.
Berkah bagi fungsi.
Berkah bagi kesehatan.
Dan mungkin, ini adalah pengingat sederhana…
Bahwa terkadang, langkah kecil yang kita lakukan hari ini, adalah awal dari pemulihan besar yang Allah Ta’ala siapkan untuk tubuh kita.
تحرك فإن في الحركة بركة
—
Referensi :
- Kajian Riyadhus Shalihin seri ke-2019, https://www.youtube.com/watch?v=14zMrk71ge4
- Schleip, R. et al. (2012). Fascia: The Tensional Network of the Human Body.
- Ingber, D. E. (2008). Tensegrity-based mechanosensing.
- Oschman, J. L. (2015). Energy Medicine: The Scientific Basis.
- Myers, T. W. (2014). Anatomy Trains.
- Wang, J.H.C. (2006). Mechanobiology of tendon.
- Levin, S. M. (2017). Biotensegrity.
- Syaifullah, E. (2025). QULBI Method sebagai Solusi Nyeri Holistik. Griya Sehat QULBI. www.qulbi.com
