You are currently viewing Fascia: Metasystem Tubuh yang Mengatur Kesehatan Tubuh dan Kesadaran, Termasuk Bebas Nyeri !

Fascia: Metasystem Tubuh yang Mengatur Kesehatan Tubuh dan Kesadaran, Termasuk Bebas Nyeri !

0Shares

Ketika membahas kesehatan, kebanyakan orang hanya fokus pada asupan (input) dan detoksifikasi (output). Pola makan sehat, suplemen bergizi, terapi detoks, dan puasa sering dianggap cukup untuk menjaga tubuh tetap prima. Tapi, ada satu faktor kunci yang sering terlewat: bagaimana sistem dalam tubuh bekerja?

Fascia adalah sistem yang menghubungkan dan mempengaruhi semua sistem lain dalam tubuh, termasuk otot, saraf, organ, bahkan kesadaran kita. Jika fascia dalam kondisi tidak sehat—tegang, kaku, atau penuh adhesi—maka meskipun seseorang sudah menjaga pola makan dan rutin detoksifikasi, kesehatannya tetap tidak akan optimal.

Apa Itu Fascia?

Fascia adalah jaringan ikat yang membungkus dan menghubungkan semua struktur dalam tubuh, mulai dari otot, tulang, saraf, hingga organ dalam. Baru-baru ini, para ilmuwan menemukan bahwa fascia juga merupakan bagian dari interstitium, yang oleh Theise et al. (2018) dalam Scientific Reports disebut sebagai “organ baru” karena perannya yang lebih dari sekadar jaringan pendukung. Fascia tidak hanya memberikan struktur, tetapi juga menjadi sistem komunikasi tubuh yang menghubungkan berbagai fungsi biologis.

Fascia: Metasystem yang Mengatur Segalanya

Fascia bukan hanya sekadar jaringan ikat dan bukan hanya System, tetapi metasystem—sebuah sistem yang lebih besar dari sistem lainnya, mengatur, menghubungkan, dan mempengaruhi seluruh fungsi tubuh.

1. Fascia dan Sistem Saraf

Fascia memiliki reseptor mekanosensori dalam jumlah besar, termasuk golgi, pacini, ruffini, dan interstitial receptors. Schleip et al. (2012) menemukan bahwa lebih dari 80% proprioseptor tubuh berada di fascia, bukan di otot atau sendi. Artinya, fascia memiliki peran besar dalam kesadaran tubuh (body awareness) dan sistem saraf.

Ketika fascia tegang atau kaku, sinyal dari tubuh ke otak terganggu. Ini bisa menyebabkan berbagai efek negatif, seperti:

  • Postur tubuh buruk yang memicu nyeri kronis.
  • Gangguan keseimbangan dan koordinasi karena sinyal proprioseptif terganggu.
  • Stres berkepanjangan karena ketegangan fascia dapat meningkatkan aktivitas sistem saraf simpatis (fight or flight).

2. Fascia dan Kesadaran

Fascia bukan hanya mempengaruhi fungsi fisik, tetapi juga kesadaran seseorang. Bagaimana bisa?

  • Sifat Piezoelektrik Fascia
    Fascia memiliki sifat piezoelektrik, yang berarti dapat menghasilkan arus listrik mikro saat mendapatkan tekanan atau gerakan. Menurut Oschman (2015) dalam Energy Medicine, sifat ini memungkinkan fascia untuk menyimpan dan mengirimkan informasi elektromagnetik di dalam tubuh.
  • Kesehatan Fascia Mempengaruhi Emosi dan Pikiran
    Ketika fascia dalam kondisi sehat dan lentur, komunikasi antara tubuh dan otak menjadi optimal. Sebaliknya, jika fascia penuh adhesi dan ketegangan, ini dapat mengganggu keseimbangan neurokimia, menyebabkan seseorang merasa mudah stres, cemas, atau sulit berkonsentrasi.
  • Kaitan dengan Mindfulness
    Praktik seperti terapi manual yang bekerja pada fascia dapat meningkatkan kesadaran tubuh dan mental clarity. Hal ini menunjukkan bahwa fascia juga berperan dalam persepsi diri, fokus, dan ketenangan batin.

FASCIA Hack dalam QULBI Habits: Solusi untuk Fascia Sehat

Di Griya Sehat QULBI, kesehatan fascia menjadi bagian penting dalam System Habits. Dalam QULBI Habits: 3 Kebiasaan Sehat Holistik, ada tiga kebiasaan holistik yaitu :

1. Input Habits – mencakup Thinking (pola pikir sehat), Connecting (hubungan berkualitas), Eating (pola makan sehat), dan Leeching (terapi lintah untuk kualitas darah).

2. System Habits – mencakup Balancing, Touching, dan Moving, yang berfokus pada kesehatan fascia melalui terapi gerak fisik FASCIA Hack.

Di sinilah metode FASCIA Hack berperan. Terapi Gerak Fisik ini adalah solusi unik yang dirancang khusus untuk memperbaiki fascia yang rusak, dengan menggabungkan tiga elemen utama: Balancing, Touching, dan Moving.

  • Balancing: Ini adalah teknik terapi untuk memperbaiki struktur tubuh yang sudah nggak seimbang. Fascia yang tertarik atau “menempel” bisa dikembalikan ke posisi idealnya dengan metode puntir balik atau yang dikenal dengan Terapi PAZ Biomekanik (oleh Haris Moedjahid Rahimahulah).
  • Touching: Fascia yang lengket perlu dilepaskan dengan sentuhan seperti pijat myofascial release, tens, akupresur, atau cupping. Ibaratnya, ini seperti membuka simpul di jaring yang kusut.
  • Moving: Gerakan aktivitas harian dan olahraga rutin integrasi yang terkontrol memastikan fascia tetap lentur dan nggak kembali “terkunci.”

3. Output Habits – mencakup Fasting (puasa), Sleeping (tidur berkualitas), dan Cupping (terapi bekam).

Jika seseorang hanya fokus pada input dan output, tetapi mengabaikan system dalam tubuh, maka kesehatannya tetap tidak akan maksimal. Fascia adalah sistem yang mengatur komunikasi dalam tubuh, dan tanpa sistem yang sehat, tubuh tidak bisa berfungsi optimal.

Inilah sebabnya FASCIA Hack menjadi bagian utama dari QULBI Habits—untuk memastikan tubuh memiliki struktur yang seimbang, jaringan yang bebas adhesi, dan sistem komunikasi yang lancar. Dengan memahami pentingnya fascia sebagai metasystem, kita bisa mencapai kesehatan yang lebih dari sekadar bebas dari nyeri, sakit, tetapi juga keseimbangan fisik, mental, dan spiritual.

Referensi :

  • Theise, N. D., Benias, P. C., & Carr-Locke, D. L. (2018). Scientific Reports, 8, 4947.
  • Schleip, R. et al. (2012). Fascia: The Tensional Network of the Human Body. Elsevier.
  • Oschman, J. L. (2015). Energy Medicine: The Scientific Basis. Churchill Livingstone.
  • Myers, T. W. (2020). Anatomy Trains (4th ed.). Elsevier.
  • Bordoni, B. et al. (2023). Anatomy, Fascia. StatPearls Publishing.
  • Syaifullah, E. (2025). QULBI Method: Fascia Hack sebagai Solusi Nyeri Holistik.
  • Griya Sehat QULBI.
    www.qulbi.com – Website resmi Griya Sehat QULBI.
0Shares

Griya Sehat QULBI

Spesialis Terapi Nyeri Bekasi

Tinggalkan Balasan