You are currently viewing Genteng Bocor & Karpet Berjamur: Mengapa Nyeri Kronis Tak Kunjung Hilang?

Genteng Bocor & Karpet Berjamur: Mengapa Nyeri Kronis Tak Kunjung Hilang?

0Shares

Obat Anti Nyeri Alami QULBI – Guru kami, UHM Rahimahullah sering menjelaskan:  Bayangin sebuah rumah. Gentengnya bocor. Setiap hujan, air netes ke dalam. Karpet jadi lembap, lalu berjamur. Karpet dibersihkan, jamur hilang. Beberapa hari kemudian? Jamur muncul lagi.

Masalahnya bukan karpet.
Masalahnya genteng yang bocor.

Tubuh manusia bekerja dengan pola yang mirip.
Selama ini, nyeri sering diperlakukan seperti karpet berjamur: dipijat, diminum obat, ditempel plester, ditenangkan. Tapi sistem yang bikin nyeri itu muncul tidak dibenahi.

Hasilnya?
Nyeri datang, pergi, pindah tempat, lalu menetap sebagai nyeri kronis.

Tubuh Bukan Mesin, Tapi Sistem Tegangan

Tubuh manusia bukan rangka kaku. Ia adalah sistem biotensegrity.

  • Tulang berperan sebagai elemen tekan
  • Fascia berperan sebagai elemen tarik

Stabilitas tubuh muncul bukan karena tulang “lurus”, tapi karena keseimbangan tegangan di seluruh jaringan.

Selama tegangan ini seimbang:

  • gerak terasa ringan
  • tubuh efisien
  • nyeri cepat pulih

Masalah muncul saat pola tegangannya timpang.
Inilah yang disebut tensional imbalance.

Lalu apa hubungan Postural atau Structural Imbalance dengan Tensional Imbalance dalam konsep biotensegrity ?

Dalam konsep biotensegrity, postur tubuh merefleksikan distribusi tegangan fascia; tulang berfungsi sebagai elemen tekan yang posisinya ditentukan oleh keseimbangan tensional jaringan, sehingga gangguan postur dan tensional imbalance merupakan dua manifestasi dari sistem mekanik yang sama. Postural/Structural imbalance sebagai pemicu atau hasil adaptif dari tensional imbalance.

Dua Pemicu Utama Tensional Imbalance

Beragam pemicu yang sering dibahas terpisah—postur, stres, trauma, inflamasi—sebenarnya bisa dirangkum menjadi dua sumber utama.

1️⃣ Stres Mekanik (Mechanical Stress)

Stres mekanik adalah gaya fisik yang bekerja langsung pada jaringan tubuh, baik dari luar maupun dari dalam.

Contohnya:

  • pelvic dan postural imbalance
  • duduk lama, kurang variasi gerak
  • gerakan repetitif satu arah (olahraga satu sisi, ex: badminton)
  • cedera, jatuh, kecelakaan, operasi
  • restriksi viseral
  • inflamasi jaringan (stres fisik internal)

Stres ini mengubah:

  • arah tarikan fascia
  • distribusi gaya tubuh
  • cara tubuh menahan beban

Awalnya tubuh masih bisa menyesuaikan.
Kalau berlangsung lama, adaptasi berubah jadi kompensasi yang mengunci.

2️⃣ Stres Psikis (Psychological / Emotional Stress)

Stres psikis bukan cuma urusan pikiran.
Ia bekerja lewat sistem saraf dan berdampak langsung ke tegangan jaringan.

Stres psikis kronis:

  • meningkatkan tonus otot
  • mengubah pola napas
  • mempertahankan tubuh dalam mode siaga
  • menaikkan ketegangan fascia secara global

Makanya ada orang:

  • jarang olahraga tapi badannya kaku
  • tidak jatuh tapi nyeri
  • sulit rileks walau sudah istirahat

Tubuhnya sedang ditarik dari dalam.

Urutan Terjadinya Nyeri Kronis (Model Fungsional)

1️⃣ Stres Mekanik dan/atau Psikis

Pemicu awal yang mengganggu keseimbangan gaya dalam sistem biotensegrity tubuh.

2️⃣ Tensional Imbalance

Sebagai salah satu root cause nyeri dan penyakit kronis yaitu berupa distribusi tegangan fascia yang tidak lagi merata:

  • satu sisi terlalu tegang
  • sisi lain terlalu kendor
Baca Juga :  PAZ Al Kasaw: The New Biomechanics, Not Old! Solusi Imbalances Struktural

Postur default tubuh berubah, gerak jadi boros energi.

3️⃣ Nyeri Akut — Alarm Sistem

Nyeri akut adalah alarm, bukan musuh.

Di fase ini sudah terjadi:

  • aktivasi saraf nyeri
  • peningkatan ketegangan lokal
  • respons inflamasi awal (protektif)

Tubuh sedang bilang:

“Sistem tegangannya nggak beres.”

Kalau alarm ini hanya dibungkam tanpa membenahi sistem, masalah lanjut ke tahap berikutnya.

4️⃣ Adhesi Fascia

Saat tensional imbalance bertahan:

  • fascia kehilangan elastisitas
  • lapisan jaringan saling menempel
  • kemampuan geser menurun

Inflamasi ringan yang tadinya adaptif menjadi terpelihara.
Gerak makin terbatas, sirkulasi lokal makin terganggu.

5️⃣ Mekanotransduksi Terganggu

Fascia adalah jaringan sensorik.
Ia menerjemahkan gaya mekanik menjadi sinyal biologis—proses ini disebut mekanotransduksi.

Saat fascia:

  • kaku
  • lengket
  • berada dalam lingkungan inflamasi kronis

maka:

  • sinyal mekanik jadi bias
  • regulasi jaringan terganggu
  • komunikasi sel dan sistem melenceng

Inilah mekanisme Outside–in, sebagaimana dijelaskan oleh Dr. Dmitry Subbotin:

lingkungan jaringan yang buruk memengaruhi fungsi sel dan sistem tubuh.

6️⃣ Nyeri Kronis & Disfungsi Sistemik

Pada fase ini:

  • nyeri menetap atau berulang
  • tubuh jadi hipersensitif
  • mobilitas menurun
  • fungsi sistem bisa ikut terdampak

Bukan karena “tulang rusak”,
tapi karena lingkungan mekanik tubuh tidak sehat.

Nyeri kronis dan disfungsi sistemik bukan sekadar keluhan, melainkan penanda bahwa lingkungan mekanik dan biologis tubuh telah berubah ke arah patologis, sehingga berbagai penyakit kronis lebih mudah berkembang. Termasuk penyakit metabolik, kardiovaskular, ginjal, autoimun, dan penyakit degeneratif lainnya.

Kenapa Fokus ke Titik Nyeri Sering Gagal?

Karena nyeri itu alarm, bukan sumber masalah.

Mengobati nyeri saja ibarat:

membersihkan karpet tanpa memperbaiki genteng.

Bersih sebentar, lalu basah lagi.

Pendekatan QULBI: Membenahi Sistem, Bukan Sekadar Gejala

QULBI memandang nyeri sebagai masalah sistem tegangan.

FASCIA Hack dengan tiga elemen :

  1. Balancing — menyetel ulang pola tegangan global
  2. Touching — mengurai adhesi fascia
  3. Moving — mengunci integrasi gerak yang selaras

Tujuannya:

mengembalikan tensional integrity dan mekanotransduksi yang sehat.

QULBI Habits: Menjaga Agar Genteng Tidak Bocor Lagi

Terapi tanpa kebiasaan itu seperti menambal genteng tanpa perawatan atap.

1️⃣ Input Habits (Asupan, Pikiran, Emosi)

Mengatur apa yang masuk ke sistem tubuh—fisik dan mental.

2️⃣ System Habits (Gerak & Tensional Integrity)

Penerapan FASCIA Hack secara harian dengan Gerak yang menjaga keseimbangan tegangan, bukan sekadar aktif.

3️⃣ Output Habits (Detoks & Pemulihan)

Mengatur apa yang keluar dari sistem: sisa metabolik, inflamasi, kelelahan jaringan.

Ketiganya membentuk satu siklus QULBI Habits: Input → System → Output

Penutup

Kalau nyeri terus berulang, pertanyaannya bukan:

“Bagian mana yang sakit?”

Tapi:

“Sistem tegangannya rusak di mana?”

Karena selama tensional imbalance belum dibenahi,
nyeri hanya akan pindah bentuk dan lokasi.

Dan selama gentengnya masih bocor,
membersihkan karpet berkali-kali tidak akan pernah benar-benar menyelesaikan masalah.

Jadi, kalau selama ini kamu hanya membersihkan jamur di karpet (menghilangkan nyeri sementara), saatnya naik ke atap dan perbaiki genteng yang bocor! Inilah ikhtiar Obat Anti Nyeri Alami QULBI sesungguhnya, Biidznillah

Baca Juga :  Stabilitas Tegangan Tubuh: Bahasa Utama Kesehatan yang Terlupakan & FASCIA Hack Pelopornya

Referensi :

  • Schleip, R., Klingler, W., & Lehmann-Horn, F.
    Active fascial contractility: Fascia may be able to contract in a smooth muscle-like manner and thereby influence musculoskeletal dynamics.
    Medical Hypotheses, 65(2), 273–277.
    → Menjelaskan fascia sebagai jaringan aktif, bukan pasif, dan perannya dalam sistem tegangan tubuh.
  • Schleip, R., Naylor, I. L., Ursu, D., et al.
    Fascia is able to actively contract and may thereby influence musculoskeletal dynamics.
    Journal of Bodywork and Movement Therapies, 10(1), 11–18.
    → Menguatkan konsep fascia sebagai elemen utama biotensegrity.
  • Stecco, C., et al.
    Deep fascia as a potential source of pain: A narrative review.
    Journal of Bodywork and Movement Therapies, 26, 280–293.
    → Membahas deep fascia sebagai sumber nyeri karena innervasi nociceptif dan perubahan mekanik.
  • Langevin, H. M., & Huijing, P. A.
    Communicating about fascia: History, pitfalls, and recommendations.
    International Journal of Therapeutic Massage & Bodywork, 2(4), 3–8.
    → Menjelaskan fascia sebagai jaringan kontinu yang mentransmisikan gaya mekanik.
  • Langevin, H. M., et al.
    Fibroblast cytoskeletal remodeling contributes to connective tissue tension.
    Journal of Cellular Physiology, 226(5), 1166–1175.
    → Dasar ilmiah hubungan tegangan jaringan, fibroblast, dan mekanotransduksi.
  • Ingber, D. E.
    Tensegrity-based mechanosensing from macro to micro.
    Progress in Biophysics and Molecular Biology, 97(2–3), 163–179.
    → Landasan konsep biotensegrity dan mekanotransduksi dari level postur hingga sel.
  • Ingber, D. E.
    Cellular mechanotransduction: Putting all the pieces together again.
    The FASEB Journal, 20(7), 811–827.
    → Referensi utama untuk menjelaskan bagaimana gaya mekanik memengaruhi fungsi sel (outside-in).
  • Subbotin, V. M., & Alexander, R.
    Vascular remodeling: From biology to clinical applications.
    Springer.
    → Dasar konsep outside-in, tekanan mekanik jaringan, dan remodeling biologis.
  • Subbotin, V. M., & Chalyan, D. A.
    Biomechanics of connective tissue and vascular remodeling.
    → Menjelaskan bagaimana tekanan dan perubahan mekanik jaringan memicu perubahan biologis jangka panjang.
  • Oschman, J. L.
    Energy Medicine: The Scientific Basis.
    Elsevier.
    → Menghubungkan fascia, jaringan ikat, mekanotransduksi, dan regulasi sistem tubuh secara holistik.
  • Findley, T. W., & Schleip, R. (Eds.)
    Fascia Research: Basic Science and Implications for Conventional and Complementary Health Care.
    Elsevier.
    → Kompilasi riset fascia, nyeri, dan implikasi klinis.
  • Panjabi, M. M.
    The stabilizing system of the spine. Part I: Function, dysfunction, adaptation, and enhancement.
    Journal of Spinal Disorders, 5(4), 383–389.
    → Relevan untuk menjelaskan nyeri akut sebagai alarm dan kegagalan adaptasi sistem stabilisasi.
  • Susanto, A.A. (2021) Haris Moedjahid, Sang Medical Hacker.
  • Syaifullah, E. (2025). QULBI Method: Solusi Nyeri Holistik, Griya Sehat QULBI. www.qulbi.com – Website resmi Griya Sehat QULBI.
0Shares

Griya Sehat QULBI

Spesialis Terapi Nyeri Bekasi

Tinggalkan Balasan