You are currently viewing Structural Imbalances: Manifestasi Klinis dari Tensional Imbalance yang Sering Terabaikan

Structural Imbalances: Manifestasi Klinis dari Tensional Imbalance yang Sering Terabaikan

0Shares

Structural Imbalances – Pernah nggak kepikiran, kenapa nyeri datang dan pergi, tapi akarnya kayak nggak pernah benar-benar selesai?
Dipijat enak… balik lagi.
Diterapi sendinya… pindah tempat.

Jangan-jangan, yang diperbaiki baru kulit masalahnya, bukan urat akarnya.

Di QULBI, kita belajar satu hal penting:
👉 Yang paling dulu bermasalah itu bukan tulangnya, tapi tegangannya.

Itulah yang disebut Tensional Imbalance.
Sedangkan Structural Imbalances hanyalah jejak klinisnya—yang kelihatan di postur, alignment, dan bentuk tubuh.

Tubuh Itu Bukan Bangunan Beton, Tapi Sistem Tarik-Menarik

Banyak orang membayangkan tubuh seperti rumah:
ada pondasi, tembok, lalu atap.

Padahal tubuh lebih mirip tenda gunung.

Tenda bisa berdiri bukan karena tiangnya kuat saja,
tapi karena tegangan talinya seimbang.

Kalau satu tali kependekan, apa yang terjadi?
Tiangnya miring.
Kainnya ketarik.
Dan kita baru sadar saat tenda mulai roboh.

Begitu juga tubuh.

Tensional Integrity: Cara Tubuh Menjaga Bentuk dan Fungsi

Konsep ini dikenal sebagai Tensegrity (Tensional Integrity)
dan ketika diterapkan ke tubuh hidup, kita mengenalnya sebagai Biotensegrity (Dr Stephen Levin, 1970).

Intinya sederhana:

  • Tulang = elemen tekan
  • Fascia = elemen tarik
  • Kesehatan = tegangan yang harmonis

Tubuh tidak “disangga” tulang.
Tubuh digantung oleh fascia.

Jadi pertanyaannya bukan:

“Tulang mana yang bergeser?”

Tapi:

“Tegangan mana yang duluan berubah?”

Tensional Imbalance: Root Cause yang Sering Tak Terlihat

Tensional Imbalance adalah kondisi ketika distribusi tegangan fascia tidak lagi merata.

Penyebabnya bisa macam-macam:

  • Duduk lama dan jarang bergerak
  • Pola gerak berulang
  • Trauma lama (jatuh, kecelakaan, melahirkan)
  • Emosi yang dipendam (iya, fascia nyimpen cerita)
  • Postur kompensasi bertahun-tahun

Saat tegangan ini tidak seimbang, tubuh beradaptasi demi bertahan hidup.

Adaptasi inilah yang kemudian tampak sebagai…

Structural Imbalances: Manifestasi Klinis dari Tensional Imbalance

Pelvic tilt.
Pelvic rotation.
Skoliosis fungsional.
Bahu turun sebelah.
Leher maju.
Kaki terasa beda panjang.

Baca Juga :  Belanja Cerdas, Tubuh Sehat Bebas Nyeri, Hati Tenang: Hindari Fake Food & Dukung Palestina Bareng NO THANKS!

Semua itu bukan penyebab utama.
Itu adalah bahasa tubuh yang sedang berkata:

“Teganganku lagi nggak beres.”

Struktur berubah karena mengikuti tarikan fascia,
bukan sebaliknya.

Fascia: Jaringan Tarik yang Menentukan Segalanya

Fascia itu seperti jaring laba-laba 3D di seluruh tubuh.
Ia menyelimuti:

  • Otot
  • Tulang
  • Saraf
  • Pembuluh darah
  • Bahkan organ

Saat tensional imbalance terjadi, fascia bisa:

  • Mengencang berlebihan
  • Mengunci area tertentu
  • Membentuk adhesi
  • Menghambat aliran darah dan saraf

Dan dari sinilah muncul:

  • Nyeri kronis
  • Kaku
  • Cepat lelah
  • Gangguan organ
  • Penyembuhan lambat

Contoh Kasus: Nyeri Punggung yang Nggak Pernah Selesai

Ada klien dengan nyeri punggung bawah bertahun-tahun.
Sudah ke mana-mana, fokusnya selalu di pinggang.

Ternyata setelah dicek:

  • Ada pelvic rotation
  • Hamstring kiri adhesi
  • Fascia thoracolumbar ketarik terus

Pertanyaannya:
Apakah pelvis miring dulu baru fascia tegang?

Jawabannya menurut QULBI: 👉 Fascia tegang dulu, struktur mengikuti.

Saat tensional imbalance-nya dibereskan:

  • Struktur pelan-pelan membaik
  • Nyeri mereda
  • Gerak kembali ringan

QULBI Method – Balance Your Tension: Mengembalikan Harmoni Tegangan Tubuh

QULBI Method tidak mengejar “meluruskan bentuk”,
tapi menormalkan tegangan.

Karena kalau tegangannya beres,
struktur akan ikut pulang ke rumahnya sendiri.

1. QULBI Check-Up – Know Your Balance. Know Your Tension

Dengan QULBI Check Up kita bukan sekadar lihat miring atau tidak, tapi:

  • Membaca pola tensional imbalance
  • Melihat manifestasi strukturalnya
  • Memahami hubungan struktur–fascia–organ

2. FASCIA Hack – Hack Tension. Relieve Pain

Bukan terapi keras, tapi cerdas.

FASCIA Hack menggabungkan:

  • Balancing → mengajak struktur mengikuti tegangan yang benar
  • Touching → mengurai adhesi fascia
  • Moving → mengajarkan tubuh pola gerak baru yang sehat

Ini bukan “memaksa lurus”,
tapi mendamaikan tarikan.

Baca Juga :  Penyakit Degeneratif Seperti Osteoarthritis dan Diabetes Tidak Bisa Sembuh? Mitos yang Harus Diluruskan!

3. QULBI Habits – Small Habits. Maintain Tension

Karena tensional imbalance tidak muncul sehari,
maka penyembuhannya juga butuh kebiasaan melalui QULBI Habits :

  • Input Habits → apa yang masuk ke tubuh & pikiran
  • System Habits → bagaimana tubuh bergerak & bersirkulasi
  • Output Habits → bagaimana tubuh melepas beban

Kebiasaan kecil, sedikit tapi rutin untuk jaga tegangan tubuhmu.

Kesimpulan: Jangan Berdebat dengan Struktur, Dengarkan Tegangan

Structural Imbalances bukan musuh.
Ia adalah alarm.

Alarm bahwa:

  • Tensional integrity sedang terganggu
  • Fascia sedang bekerja terlalu keras
  • Tubuh sedang berkompensasi

Kalau kita hanya mengejar bentuk, tanpa menyentuh tegangannya, tubuh akan selalu mencari jalan lain untuk bertahan.

Tapi saat tensional imbalance diperbaiki,
struktur akan mengikuti,
nyeri mereda,
dan tubuh kembali ke fitrahnya—
seimbang, lentur, dan hidup.

Kalau tubuh bisa bicara, mungkin dia cuma mau bilang:

“Tolong, setel teganganku… bukan cuma luruskan aku.”

Tertarik mencoba? Konsultasi lebih banyak via WhatsApp di 0856-9268-9993 dan temukan solusi untuk hidup bebas nyeri dan lebih sehat! Biidznillah

Referensi :

  • Levin, S. M., & Martin, D. C. (2012). Biotensegrity: The Mechanics of Fascia. J. Bodyw. Mov. Ther., 16(1), 103-115.
  • Schleip, R., et al. (2012). Fascia: The Tensional Network of the Human Body. Elsevier.
  • Myers, T. W. (2020). Anatomy Trains: Myofascial Meridians for Manual and Movement Therapists (4th ed.). Churchill Livingstone.
  • Chaudhry, H., et al. (2008). Three-Dimensional Mathematical Model for Deformation of Human Fasciae in Manual Therapy. J. Am. Osteopath. Assoc., 108(8), 379-390.
  • Syaifullah, E. (2025). QULBI Method & FASCIA Hack. Griya Sehat QULBI www.qulbi.com.

0Shares

Griya Sehat QULBI

Spesialis Terapi Nyeri Bekasi