You are currently viewing QULBI Sebagai Pendamping Ikhtiar Medis: Tensional Integrity Pelengkap Dunia Kesehatan

QULBI Sebagai Pendamping Ikhtiar Medis: Tensional Integrity Pelengkap Dunia Kesehatan

0Shares

Kesehatan Tradisional Komplementer ala QULBI – Pernah nggak kepikiran begini: kenapa dua orang dengan diagnosis yang sama, obat yang sama, bahkan dokter yang sama… hasilnya bisa beda?

Satu membaik cepat.
Satu lagi jalannya berat, lambat, penuh keluhan sisa.

Apakah semata karena penyakitnya?
Atau ada sesuatu di tubuh yang luput diperhatikan?

Di sinilah QULBI berdiri—bukan untuk menyaingi medis, tapi menemani ikhtiar medis.

Bukan Pengganti Dokter. Bukan Pesaing Rumah Sakit.

QULBI sejak awal mengambil posisi yang jelas dan sadar:

QULBI hadir sebagai pendamping ikhtiar medis, membantu tubuh mencapai keseimbangan struktural dan tensional agar proses penyembuhan berjalan lebih nyaman.

Dokter, obat, tindakan medis—itu pilar utama.
QULBI tidak mengambil alih peran itu.

QULBI justru bertanya:

“Bagaimana kondisi ketegangan tubuh saat proses medis berlangsung?”

Karena faktanya, tubuh bukan cuma kumpulan organ dan sel.
Tubuh adalah sistem tegangan hidup.

Biotensegrity: Tubuh Bukan Mesin Baut, Tapi Sistem Tegangan Hidup

Dalam dunia biomekanika modern, tubuh tidak lagi dipahami sebagai:

  • tulang menopang otot
  • sendi sebagai engsel kaku

Tapi sebagai biotensegrity system (Dr Stephen Levin, 1970):

struktur biologis yang stabil karena keseimbangan antara tegangan (tension) dan kompresi (compression).

Sederhananya:

  • tulang → elemen kompresi
  • fascia → elemen tegangan

Yang bikin tubuh stabil bukan tulangnya saja,
tapi bagaimana tegangan menyebar merata.

Makanya:

  • satu panggul miring
  • satu bahu turun
  • satu kaki beda panjang

bisa berdampak ke leher, rahang, napas, bahkan fungsi organ.

QULBI melihat tubuh bukan bagian-bagian, tapi pola tegangan.

apakah tegangan antar bagian tubuh masih seimbang?

Tapi dalam praktik kesehatan sehari-hari?
Masih jarang disentuh secara sadar.

QULBI masuk di celah ini.

Ketika Pengobatan Berjalan dari Luar, QULBI Membantu dari Dalam

Medis modern bekerja sangat luar biasa:

  • melawan infeksi
  • menekan inflamasi
  • membuka pembuluh
  • mengangkat jaringan bermasalah

Tapi sering kali tubuh pasien masih berada dalam kondisi tegang kronis:

  • postur miring
  • fascia kaku
  • pola napas dangkal
  • sistem saraf simpatik terus “siaga”

Bukan karena obatnya salah.
Bukan karena dokternya kurang hebat.

Tapi karena:

lingkungan tensional tubuh pasien belum kondusif untuk pemulihan.

Ibarat menanam benih unggul:

  • benih bagus
  • pupuk bagus

tapi tanahnya keras dan kering.

QULBI bekerja di tanahnya (terrain).

Ketika pengobatan berjalan dari luar, QULBI membantu dari dalam struktur dan fascia.

Bukan menyembuhkan penyakitnya.
Tapi menyiapkan tubuhnya. Targetnya : Tensional Integrity

Apa Itu Tensional Integrity ala QULBI?

Secara sederhana, tensional integrity adalah:

kondisi ketika tegangan tubuh tersebar merata, tidak menumpuk, tidak timpang.

Dalam bahasa awam:

  • tegang pas
  • tidak kaku
  • tidak lembek
  • tubuh terasa “nyatu”
Baca Juga :  Allah Ta'ala Telah Mempekerjakan Kita: Menjadi Praktisi Kesehatan Holistik Adalah Tugas Mulia

QULBI melihat banyak keluhan modern—nyeri, lelah, gangguan metabolik, bahkan penurunan vitalitas—berakar dari tegangan yang tidak selesai.

Dan ini sering:

  • tidak terlihat di lab
  • tidak muncul di rontgen
  • tidak terbaca di MRI

Tapi terasa di tubuh pasien.

Tension: No Kenceng, No Kendor. Paz!

Mekanotransduksi: Saat Tegangan Berubah Jadi Sinyal Biologi

Ini bagian penting yang sering luput.

Mekanotransduksi adalah proses ketika:

rangsangan mekanik (tarik, tekan, gerak) diubah menjadi sinyal biokimia dan neurologis di dalam sel.

Artinya apa?

👉 Tegangan tubuh langsung memengaruhi cara sel bekerja.
👉 Postur, napas, dan gerak = bahasa yang dipahami sel.

Kalau tubuh:

  • tegang kronis
  • jarang bergerak
  • posturnya asimetris

Maka sinyal yang dikirim ke sel pun:

  • stres
  • protektif
  • defensif

Sebaliknya, saat tegangan dibalance:

  • fascia lebih elastis
  • napas lebih dalam
  • gerak lebih selaras

Sel menerima pesan:

“aman… boleh pulih… boleh adaptasi.”

QULBI tidak mengklaim mengobati sel,
tapi mengubah lingkungan mekaniknya dengan Tensional Integrity.

Ini Hal Baru?

Di Indonesia, iya—masih sangat baru sebagai framework utama.

Di dunia? Konsepnya sudah ada di:

  • biomekanika
  • biotensegrity
  • fascia research
  • osteopati
  • structural integration

Tapi QULBI menyusunnya menjadi bahasa yang membumi, aplikatif, dan aman:

fokus pada balancing tension, bukan klaim penyembuhan penyakit.

Itulah kenapa tagline QULBI Method sangat sadar posisi:

Balance Your Tension

Bukan “heal everything”.
Bukan “anti medis”.

Inilah salah satu metode kesehatan tradisonal karya asli anak bangsa yang fokus pada solusi akar masalah penyakit yaitu Tensional Integrity. Alhamdulillah

Untuk Pasien: Ini Bukan Jalan Pintas, Tapi Jalan Selaras

QULBI cocok untuk kakak yang:

  • sedang atau sudah berobat ke dokter
  • ingin tubuh lebih nyaman saat proses medis
  • ingin nyeri berkurang tanpa melawan terapi medis
  • ingin aktif mengambil peran dalam ikhtiar sehat

Ini bukan either-or.
Ini both-and.

Untuk Dunia Medis: QULBI Bukan Kompetitor

QULBI tidak:

  • memberi diagnosis medis
  • wilayah farmakologi
  • mengganti tindakan medis
  • klaim penyembuhan penyakit

QULBI justru:

  • membantu pasien lebih sadar tubuhnya
  • memperbaiki postur & tegangan
  • meningkatkan kepatuhan pasien karena tubuhnya lebih nyaman

Pasien yang tegangnya turun → lebih tenang → lebih kooperatif.
Bukankah itu justru membantu?

Tentu, biidznillah karena:

  • Medis mengatasi penyakit
  • QULBI menyiapkan tubuhnya

Saat keduanya berjalan bersama,
proses penyembuhan jadi lebih manusiawi.

Penutup: Ikhtiar Kita, Ketentuan Allah Ta’ala

QULBI berdiri di satu keyakinan sederhana:

Kesembuhan milik Allah Ta’ala. Manusia hanya berikhtiar sebaik-baiknya.

Medis adalah ikhtiar besar.
QULBI adalah ikhtiar pendamping. Inilah Kesehatan Tradisional Komplementer ala QULBI

Baca Juga :  Obat Alami yang Disembunyikan Big Pharma: Fakta Mengejutkan dan Solusi Sehat untuk Kita Semua

Seperti dua tangan yang saling membantu, bukan saling menyingkirkan.

Dan mungkin, justru di keseimbangan inilah—
tubuh mulai memberi ruang bagi proses sembuh yang lebih lapang. biidznillah

Referensi :

  • Ingber, D. E. (2008). Tensegrity and mechanotransduction. Journal of Bodywork and Movement Therapies, 12(3), 198–200.
    → Menjelaskan konsep tensegrity sebagai dasar arsitektur biologis dan bagaimana gaya mekanik diterjemahkan menjadi sinyal seluler.
  • Ingber, D. E. (2006). Cellular mechanotransduction: putting all the pieces together again. The FASEB Journal, 20(7), 811–827.
    → Referensi klasik tentang mekanotransduksi dan peran gaya mekanik terhadap fungsi sel.
  • Schleip, R., Findley, T. W., Chaitow, L., & Huijing, P. (2012). Fascia: The Tensional Network of the Human Body. Churchill Livingstone Elsevier.
    → Buku utama fascia yang membahas fascia sebagai jaringan tensional kontinu, bukan jaringan pasif.
  • Schleip, R., Jäger, H., & Klingler, W. (2012). What is ‘fascia’? A review of different nomenclatures. Journal of Bodywork and Movement Therapies, 16(4), 496–502.
    → Review ilmiah tentang definisi fascia dan perannya dalam stabilitas serta nyeri.
  • Levin, S. M. (2002). The tensegrity-truss as a model for spine mechanics: Biotensegrity. Journal of Mechanics in Medicine and Biology, 2(3–4), 375–388.
    → Dasar konsep biotensegrity pada sistem muskuloskeletal, khususnya tulang belakang.
  • Levin, S. M., Martin, D. C., & Oschman, J. L. (2010). Tensegrity and the human body. The Journal of Bodywork and Movement Therapies, 14(1), 1–13.
    → Mengaitkan biotensegrity dengan fungsi tubuh secara menyeluruh, termasuk implikasi klinis.
  • Oschman, J. L. (2015). Energy Medicine: The Scientific Basis (2nd ed.). Elsevier.
    → Membahas fascia sebagai jaringan komunikasi mekanik–bioelektrik dan hubungannya dengan regulasi tubuh.
  • Findley, T. W., & Schleip, R. (2007). Fascia research. Journal of Bodywork and Movement Therapies, 11(1), 1–3.
    → Pengantar riset fascia modern dan relevansinya dalam terapi manual.
  • Langevin, H. M., & Huijing, P. A. (2009). Communicating about fascia: history, pitfalls, and recommendations. International Journal of Therapeutic Massage & Bodywork, 2(4), 3–8.
    → Menjelaskan transmisi gaya melalui fascia dan kaitannya dengan nyeri kronis.
  • Humphrey, J. D., Dufresne, E. R., & Schwartz, M. A. (2014). Mechanotransduction and extracellular matrix homeostasis. Nature Reviews Molecular Cell Biology, 15(12), 802–812.
    → Referensi kuat tentang bagaimana gaya mekanik memengaruhi homeostasis jaringan dan sel.
  • Syaifullah, E. (2025). QULBI Method sebagai Solusi Nyeri Holistik. Griya Sehat QULBI. www.qulbi.com
0Shares

Griya Sehat QULBI

Spesialis Terapi Nyeri Bekasi

Tinggalkan Balasan