You are currently viewing Peta Penuaan Organ: Perspektif Functional Medicine & QULBI

Peta Penuaan Organ: Perspektif Functional Medicine & QULBI

0Shares

Anti Aging Alami ala QULBI – Penuaan Itu Bukan Soal Umur, Tapi Soal Arah Tegangan. Pernah gak kepikiran kenapa ada orang umur 40-an tapi napasnya sudah pendek, gampang capek, pencernaan ribut, sementara ada yang 60-an masih ringan melangkah?

Kalau penuaan cuma soal angka di KTP, ceritanya harusnya seragam. Tapi faktanya tidak begitu.

Riset Cell (2025) menunjukkan sesuatu yang menarik: organ menua tidak bersamaan. Ada yang sensitif lebih awal, ada yang menyusul belakangan. Dari sudut pandang Functional Medicine (FM) dan QULBI Method, ini bukan kejutan.

Karena tubuh bukan mesin dengan jam otomatis. Tubuh adalah sistem hidup berbasis tegangan, kebiasaan, dan medan lingkungan internal (terrain).

1. FM View: Organ Menua Mengikuti Beban Sistemik

Functional Medicine tidak bertanya, “Organ apa yang rusak?”
FM bertanya, “Sistem apa yang paling lama dibebani tanpa dipulihkan?”

Penuaan organ dalam FM dipahami sebagai:

  • Akumulasi inflamasi ringan tapi kronis
  • Disfungsi metabolik jangka panjang
  • Gangguan sumbu stres (HPA axis)
  • Kerusakan komunikasi antar sistem (gut–liver–immune–hormone)

Dengan kata lain, organ menua mengikuti beban hidup, bukan kalender.

2. QULBI View: Organ Menua Mengikuti Arah Tegangan

QULBI melihat tubuh sebagai struktur biotensegrity.

Artinya:

  • Tulang bukan penopang utama
  • Fascia adalah pembawa dan pengatur tegangan
  • Organ hidup di dalam “jaring tarik-menarik”

Maka ketika satu area tubuh terus berada dalam posisi tidak seimbang, organ yang terikat di dalam jaringan itu akan lebih dulu mengalami stres.

Organ tidak “jatuh sakit”. Mereka terjebak di medan tegangan yang salah.

3. Usia 25–35 Tahun: Pergeseran Halus yang Tak Disadari

Di fase ini, tubuh tampak sehat. Tapi arah mulai berubah.

FM View:

  • Sensitivitas insulin mulai bergeser
  • Detoksifikasi hati mulai melambat
  • Sistem reproduksi paling sensitif terhadap stres

QULBI View:

  • APT ringan mulai muncul
  • Rotasi pelvis halus (LPR/RPR)
  • Diafragma tidak turun optimal

Belum sakit, tapi ini fase silent drift — tubuh mulai menjauh dari posisi idealnya.

4. Usia 35–40 Tahun: Jantung dan Ginjal Kena Tarikan

Riset menunjukkan jantung dan ginjal mulai sensitif di fase ini.

Baca Juga :  Lepas dari Nyeri dan Kaku Bahu dengan Sentuhan FASCIA Hack

FM View:

  • Beban stres kronis meningkat
  • Tekanan metabolik dan inflamasi mulai terasa

QULBI View:

  • Thoracic cage mulai kaku
  • Fascia mediastinum menegang
  • Fascia thoracolumbar menarik ginjal dan adrenal

Jantung bukan melemah, tapi kehilangan ruang gerak. Ginjal bukan rusak, tapi hidup di area yang terus tertarik.

5. Usia 45–50 Tahun: Adhesion Era

Ini fase di mana banyak orang mulai berkata:

“Badan kok gak seenak dulu ya?”

FM View:

  • Inflammaging meningkat
  • Gut microbiome berubah
  • Kapasitas regenerasi menurun

QULBI View:

  • Fascia visceral mulai lengket
  • Mesenterium kehilangan kelenturan
  • Rib cage tidak ekspansif

Organ masih bekerja, tapi jalur geraknya menyempit.

6. Usia 50–55 Tahun: Tensional Collapse

Ini fase krusial yang sering terasa seperti “drop mendadak”.

FM View:

  • Banyak sistem mengalami penuaan molekuler bersamaan
  • Kardiovaskular, darah, dan otot bertemu di titik lelah

QULBI View:

  • Pelvic rotation menjadi fiksasi
  • Thorax locking
  • Fascial line depan dan belakang tidak sinkron

Tubuh seperti mesin yang masih dipaksa kerja, tapi dalam posisi miring.

7. Usia 55–60 Tahun: Mode Bertahan Hidup

Tubuh sangat cerdas.

Saat ruang gerak makin sempit, tubuh memilih strategi aman:

  • Gerak dipersempit
  • Napas dipendekkan
  • Massa otot dikurangi

Bukan karena malas. Ini mekanisme proteksi.

8. Benang Merah FM & QULBI

Organ menua:

  • Mengikuti beban metabolik (FM)
  • Mengikuti arah tegangan fascia (QULBI)

Yang menua lebih dulu adalah:

Organ yang paling lama hidup dalam kondisi tidak seimbang

9. Kenapa Intervensi Harus Dini

Memulai perbaikan di usia 50 ibarat membenahi atap saat fondasi sudah miring.

FM dan QULBI sepakat:

  • Usia 30–40 adalah masa emas pencegahan
  • Bukan menunggu sakit
  • Tapi meluruskan sistem

10. Solusi ala FASCIA Hack

Pendekatan QULBI melalui FASCIA Hack tidak fokus ke organ, tapi ke medan hidupnya (terrain).

Urutannya jelas:

  1. Balancing – meluruskan struktur dan arah gaya
  2. Touching – mengurai adhesion fascia
  3. Moving – integrasi gerak tanpa merusak balance

Inilah kenapa banyak yang merasakan:

“Badan enteng, napas panjang, organ terasa lega.”

Karena yang diperbaiki bukan cuma fungsi, tapi ruang hidup organ.

Baca Juga :  Mengungkap Rahasia Fascia: Jaringan Tensional Penjaga Keseimbangan Tubuh Bebas Nyeri

Penutup

Penuaan bukan musuh. Yang berbahaya adalah menua di posisi yang salah.

Ketika tegangan diluruskan dan fascia diberi ruang, tubuh sering kali melakukan sisanya sendiri — biidznillah. Yuk terapi Anti Aging Alami ala QULBI

Referensi :

  • Ding, X., et al. (2025).
    Organ-specific molecular aging patterns across the human lifespan.
    Cell.
    → Dasar utama konsep penuaan organ yang tidak seragam dan sinkronisasi penuaan di usia midlife.
  • Hyman, M. (2023).
    Young Forever: The Secrets to Living Your Longest, Healthiest Life.
    Little, Brown Spark.
    → Perspektif Functional Medicine: penuaan sebagai kegagalan sistem metabolik & inflamasi kronis.
  • Bland, J. (2015).
    The Disease Delusion.
    Fast Company Press.
    → Konsep terrain, systems biology, dan akar penyakit kronis.
  • Guerville, F., et al. (2020).
    Inflammaging: A hallmark of aging.
    Ageing Research Reviews.
    → Dasar ilmiah inflamasi ringan kronis sebagai pemicu penuaan sistemik.
  • Myers, T. W. (2020).
    Anatomy Trains (4th Edition).
    Elsevier.
    → Hubungan postur, myofascial lines, dan distribusi tegangan tubuh.
  • Schleip, R., Findley, T., Chaitow, L., & Huijing, P. (2012).
    Fascia: The Tensional Network of the Human Body.
    Churchill Livingstone.
    → Fascia sebagai jaringan adaptif, plastis, dan pembawa tegangan.
  • Levin, S. M. (2002).
    The tensegrity-truss as a model for spinal mechanics.
    Journal of Mechanics in Medicine and Biology.
    → Dasar konsep biotensegrity: stabilitas berasal dari tegangan, bukan tumpukan tulang.
  • Langevin, H. M., et al. (2006).
    Mechanical signaling through connective tissue.
    FASEB Journal.
    → Mekanotransduksi fascia dan dampaknya pada fungsi organ.
  • Bordoni, B., & Zanier, E. (2015).
    Anatomic connections of the diaphragm: Influence on organ function.
    Cureus.
    → Hubungan diafragma, postur, dan fungsi jantung, paru, serta pencernaan.
  • Standring, S. (Ed.). (2021).
    Gray’s Anatomy: The Anatomical Basis of Clinical Practice (42nd Edition).
    Elsevier.
    → Referensi anatomi resmi untuk mediastinum, pleura, mesenterium, dan fascia visceral.
  • Konten diskusi di FIIM Group oleh Dr Widya Murni, MARS
  • Syaifullah, E. (2025). QULBI Method sebagai Solusi Nyeri Holistik. Griya Sehat QULBI. www.qulbi.com
0Shares

Griya Sehat QULBI

Spesialis Terapi Nyeri Bekasi

Tinggalkan Balasan