Terapi Saraf Kejepit Bekasi WA QULBI 085692689993 – Pernah nggak sih merasa nyeri tiba-tiba menjalar dari pinggang sampai ke kaki? Atau leher yang rasanya seperti ditarik sampai ke bahu dan lengan? Banyak orang langsung menamai itu dengan satu istilah: saraf kejepit.
Tapi pernah kepikiran nggak…
“Apa sebenarnya yang kejepit? Kenapa bisa kejadian? Apa yang didesak—dan siapa yang mendesak?”
Di QULBI, jawaban-jawaban itu selalu menarik. Karena semakin dalam kakak memahami pola tubuh, semakin jelas terlihat: tubuh itu tidak pernah “asal sakit”. Selalu ada cerita di baliknya. Ada pola yang sudah lama terbentuk. Ada keseimbangan yang pelan-pelan lari dari tempatnya.
Dan itulah yang kita bedah di artikel ini.
—
Apa Itu Saraf Kejepit?
Secara sederhana, saraf kejepit terjadi ketika akar saraf mengalami tekanan berlebih. Tekanan ini bisa berasal dari:
- bantalan tulang (disc) yang menonjol
- tulang yang bergeser
- otot yang mengencang
- fascia yang menumpuk adhesi
- postur yang tak seimbang
- panggul yang berputar atau miring
Kalau kakak lihat dari luar, mungkin kelihatan “cuma” sakit pinggang.
Tapi di dalam? Saraf sedang ditarik, ditekan, atau bahkan terseret oleh struktur yang tidak pada tempatnya.
Makanya gejalanya khas banget:
- nyeri menjalar
- kesemutan
- baal
- seperti tersengat listrik
- kaki terasa lemah
- susah duduk lama
- susah berdiri lama
Rasanya seperti kabel listrik yang dicubit—arusnya tetap jalan, tapi tidak mulus.
—
Kenapa Saraf Bisa Kejepit? (Root-Cause View ala QULBI)
Ini bagian yang sering banget terlewat di banyak tempat terapi. Kebanyakan fokus pada “mematikan nyeri”, bukan mencari kenapa nyerinya muncul.
Padahal akar masalah saraf kejepit hampir selalu berputar di 3 hal:
—
1️⃣ Struktur Panggul Tidak Seimbang (Balancing Issue)
Banyak kasus saraf kejepit justru dimulai dari penyimpangan panggul:
- Left Pelvic Rotation (LPR)
- Right Pelvic Rotation (RPR)
- Left Pelvic Tilt (LPT)
- Right Pelvic Tilt (RPT)
- Anterior Pelvic Tilt (APT)
- Posterior Pelvic Tilt (PPT)
Kalau panggul berputar sedikit saja, efeknya bisa menjalar ke tulang belakang, membuat disc menonjol, otot menegang, dan akhirnya… akar saraf tertekan.
Panggul itu seperti Pot tanaman.
Kalau potnya miring sedikit saja, batang dan daunnya juga ikut condong, kan?
Begitu juga tubuh—kalau panggul keluar dari posisi ideal, bagian lain ikut “ketarik” dan muncullah nyeri.
—
2️⃣ Fascia Mengeras dan Membatasi Gerak (Touching Issue)
Banyak orang kira saraf kejepit cuma urusan tulang dan disc.
Padahal, fascia yang kaku adalah pemain utama.
Fascia yang mengeras akan:
- menarik otot
- menarik sendi
- membatasi ruang saraf
- menciptakan jalur nyeri menjalar
- memicu adhesi yang membuat jaringan “lengket”
Bayangin fascia itu seperti plastik wrap.
Kalau dia ketarik di satu sisi, sisi lain ikut tertarik.
Dan saraf? Kena imbasnya.
—
3️⃣ Gerakan Tubuh Tidak Sinkron (Moving Issue)
Tubuh itu dibuat untuk bergerak, bukan duduk 6–12 jam sehari.
Postur duduk lama di depan laptop =
panggul memutar → fascia mengeras → disc menonjol → saraf terjepit.
Retetan ini sering terjadi bertahun-tahun tanpa disadari.
—
Kenapa Terapi Saraf Kejepit Sering Tidak Tuntas?
Banyak orang hanya mengandalkan:
- obat anti-nyeri
- obat saraf
- salonpas
- pijat bebas
- stretching sembarangan
- pengobatan instan
Obat bisa bantu meredakan.
Pijat bisa membuat hangat.
Tapi akar masalahnya tetap ada.
Saraf kejepit hanya bisa sembuh kalau struktur tubuh kembali seimbang dan fascia kembali lunak. Biidznillah
Dan itu yang menjadi fokus QULBI.
—
Bagaimana QULBI Mengatasi Saraf Kejepit?
QULBI tidak hanya meniatkan “meredakan nyeri”, tapi menyelesaikan akar masalahnya.
Pendekatannya selalu melalui FASCIA Hack dengan tiga pintu utama:
1️⃣ Balancing — Mengembalikan Struktur ke Posisi Aslinya
Di sini digunakan teknik puntir balik/terapi PAZ untuk:
- merotasi panggul ke arah normal
- meluruskan spine
- membuka ruang saraf
- mengembalikan alignment tubuh
Ini seperti merapikan pondasi rumah yang miring.
Begitu pondasinya lurus, retak-retak di dinding mulai hilang sendiri.
—
2️⃣ Touching — Mengurai Fascia yang Mencekik Saraf
Dengan teknik pijat myofascial release, akupresur, TENS, dry cupping, hingga dry needling, fascia yang kaku:
- dilunakkan
- diregangkan
- dibersihkan adhesinya
Tujuan akhirnya satu:
memberi ruang bagi saraf untuk “bernapas” kembali.
—
3️⃣ Moving — Integrasi Gerak yang Tepat
Setelah struktur kembali seimbang, tubuh harus diajar lagi untuk bergerak dengan benar:
- aktivasi otot penopang
- gerakan halus untuk saraf (nerve glide)
- latihan panggul yang tidak merusak balancing
- latihan fascia-friendly ala QULBI
Ini memastikan hasil terapi tidak mundur lagi.
—
QULBI Habits: Kunci Agar Saraf Tidak Kejepit Lagi
Setelah nyeri mereda, kakak dibimbing untuk menjalankan kebiasaan sehat holistik, QULBI Habits:
- Thinking: mindset sehat, no stress-loading
- Connecting: keseimbangan hati, doa, kualitas hubungan
- Eating: nutrisi anti-inflamasi yang mendukung saraf
- System Habits: FASCIA Hack harian
- Output Habits: fasting, sleeping, cupping
Tubuh itu seperti kebun.
Kalau tanahnya diperbaiki, tanaman yang sakit pun membaik sendiri.
—
FAQ
- Apa saraf kejepit bisa sembuh total?
Insyaa Allah Bisa, terutama kalau akar masalahnya dibereskan. Tetapi pada kasus tertentu yang berat, perlu kolaborasi dengan dokter. - Saraf kejepit apakah harus operasi?
Kebanyakan tidak. Operasi dipertimbangkan kalau ada tanda bahaya atau kerusakan saraf yang berat. - Berapa lama hasil terapi terasa?
Banyak pasien merasakan perubahan cepat, tapi setiap orang beda. Evaluasi rutin tetap penting. - Apakah aman untuk semua usia?
Insyaa Allah aman, karena FASCIA Hack mengikuti pola tubuh. Namun tetap perlu assessment (QULBI Check Up) dulu untuk memastikan tindakan terapinya.
—
Testimoni Klien: “Akhirnya Bisa Nyetir Tanpa Rasa Tertembak di Pinggang”
Kamu pernah dengar cerita tentang seseorang yang hidupnya berubah hanya karena bisa duduk tanpa meringis?
Nah, ini kisah nyata dari salah satu klien QULBI—seorang pria 40 tahun, seorang driver, yang tiap hari bergantung pada pinggangnya untuk mencari nafkah.
Bayangin, kak…
Setiap kali dia injak pedal, ada rasa seperti “ditusuk listrik” dari pinggang tembus ke kaki. Dokter bilang itu HNP / saraf kejepit. Dia sudah coba obat, salep, stretching YouTube—tapi rasa nyetrum itu tetap datang kayak tamu tak diundang.
Sampai akhirnya dia ke Griya Sehat QULBI.
Sesi Pertama: “Yang penting bisa napas lega dulu…”
Begitu assessment dimulai dengan QULBI Check-Up, terlihat jelas: struktur tubuhnya sudah lama miring karena pola kerja duduk terlalu lama. Fascia di pinggang dan glute-nya keras seperti tambang kering.
Saat FASCIA Hack dimulai—gabungan Balancing, Touching, dan Moving—badannya langsung bereaksi. Dia bilang:
“Coach… ini kayak ada yang dibuka dari dalam.”
Setelah sesi pertama, rasa nyetrum memang belum hilang total, tapi intensitasnya turun drastis. Dia bisa turun dari mobil tanpa harus pegangan pintu.
Sesi Kedua: “Kayak hidup baru, Coach… Alhamdulillah”
Di sesi kedua, tension utama di lumbar dan piriformis berhasil dilepas. Balancing-nya pas, Touching-nya kena titik akar masalah, dan Moving-nya bikin pola jalan kembali normal.
Habis sesi, dia coba duduk di kursi QULBI sambil senyum kecil:
“Coach… kok hilang ya? Dulu duduk gini aja langsung menjalar. Sekarang enteng banget.”
Dari situ, struktur panggulnya kembali stabil, jaringan fascianya lemas (dalam arti sehat), dan jalur sarafnya sudah tidak lagi tertekan.
Hasilnya?
2 sesi FASCIA Hack. Nyeri menjalar hilang. Bisa nyetir normal. Alhamdulillah, semua terjadi biidznillah.**
Dan seperti klien lain di QULBI, setelah sembuh dia juga diarahkan menerapkan QULBI Habits supaya tubuhnya tetap seimbang dan tidak kambuh.
—
Penutup
Saraf kejepit bukan musibah misterius.
Ini sinyal tubuh bahwa ada bagian yang keluar dari keseimbangan.
Kabar baiknya?
Tubuh bisa kembali pulih… asal diarahkan dengan benar.
Dan itulah yang menjadi misi QULBI: membantu kakak kembali hidup tanpa nyeri, bergerak bebas, dan menikmati kesehatan yang holistik melalui ikhtiar Terapi Saraf Kejepit Bekasi, Biidznillah
—
Daftar Referensi :
1️⃣ Saraf Kejepit, Sciatica, dan Radiculopathy
- Jensen, R. K., et al. “Lumbar radiculopathy: Clinical diagnosis and management.” BMJ, 2022.
- Tarulli, A. W., & Raynor, E. M. “Lumbosacral radiculopathy.” Neurologic Clinics, 2007.
- Stafford, M. A., Peng, P., & Hill, D. A. “Sciatica: A review of history, epidemiology, pathogenesis, and the role of epidural steroid injection in management.” British Journal of Anaesthesia, 2007.
- Konstantinou, K., & Dunn, K. M. “Sciatica: review of epidemiological studies and prevalence estimates.” Spine, 2008.
—
2️⃣ Hubungan Disc Herniation dan Saraf Kejepit
- Jordan, J., Konstantinou, K., & O’Dowd, J. “Herniated lumbar disc.” BMJ Clinical Evidence, 2011.
- Weber, H. “Lumbar disc herniation: A controlled, prospective study with ten years of observation.” Spine, 1983.
- Postacchini, F. “Epidemiology and natural history of lumbar disc herniation.” Spine, 1999.
—
3️⃣ Peran Fascia dalam Nyeri Menjalar (Fascial Connections & Adhesions)
- Schleip, R., et al. “Fascia is able to contract independently of skeletal muscles.” Journal of Bodywork and Movement Therapies, 2006.
- Langevin, H. M., et al. “Fascia and connective tissue: Emerging insights into their roles in chronic musculoskeletal pain.” Journal of Pain, 2011.
- Wilke, J., et al. “What is evidence-based about myofascial chains: A systematic review.” Journal of Anatomy, 2016.
- Chaitow, L. “Neurogenic inflammation and chronic pain.” Journal of Bodywork & Movement Therapies, 2014.
—
4️⃣ Pelvic Rotation, Tilt, dan Hubungannya dengan Radiculopathy
- Lee, D. The Pelvic Girdle (4th ed.). Elsevier, 2011. (Referensi paling solid soal biomekanik panggul).
- Vleeming, A., et al. “Movement, stability and lumbopelvic pain: Integration of research and therapy.” Churchill Livingstone, 2007.
- Nourbakhsh, M. R., & Moussavi, S. J. “Relationship between mechanical factors and incidence of low back pain.” Journal of Orthopedic Sports Physical Therapy (JOSPT), 2001.
—
5️⃣ Fascia & Electrical Body (Referensi Oschman)
- Oschman, J. L. Energy Medicine: The Scientific Basis. Elsevier, 2015.
- Oschman, J. L. “Connective tissue as a body-wide signaling network.” Journal of Alternative and Complementary Medicine, 2003.
—
6️⃣ Myofascial Release, Cupping, Needling dan Penurunan Kompresi Saraf
- Ajimsha, M. S. “Effectiveness of myofascial release therapy on chronic low back pain.” Journal of Bodywork and Movement Therapies, 2012.
- Liu, X., et al. “Cupping therapy for pain conditions: A systematic review.” Journal of Traditional Chinese Medicine, 2013.
- Dommerholt, J., & Fernández-de-Las-Peñas, C. “Trigger points and radicular pain: Mechanisms and clinical implications.” Current Pain and Headache Reports, 2017.
—
7️⃣ Integrative Medicine & Anti-Inflammatory Nutrition
- Calder, P. C. “Omega-3 fatty acids and inflammatory processes.” Nutrients, 2010.
- Esposito, K., et al. “Effect of Mediterranean diet on inflammation and chronic pain.” JAMA, 2004.
- Slavin, J. “Dietary fiber and chronic disease.” Nutrition Research, 2005.
—
8️⃣ Postural Dysfunction & Chronic Pain
- Kendall, F. P., et al. Muscles: Testing and Function. Lippincott Williams & Wilkins, 2005.
- McGill, S. M. Low Back Disorders: Evidence-Based Prevention and Rehabilitation. Human Kinetics, 2015.
- Syaifullah, E. (2025). QULBI Method: Solusi Nyeri Holistik. Griya Sehat QULBI. www.qulbi.com
